Laporan Praktek Pementapan Kemampuan Profesional

 

LAPORAN PRAKTEK

PEMANTAPAN KEMAMPUAN PROFESIONAL

(PKP)

NON EKSAK

 

MATA PELAJARAN : PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

 

“ Upaya Perbaikan Untuk Peningkatan Pemahaman Dan Aktifitas Siswa Terhadap Materi Keputusan Bersama  Dengan Menggunakan Pembelajaran Kooperatif kelas V di SDN 1 Pasirbungur “

 

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah PDGK 4501 Pemantapan Kemampuan Profesional (PKP).

 

 

 

 

 

 

 

Oleh :

SUSI WIDIAWATI

NIM. 817 452 604

 

PROGRAM S.1 PGSD UPBJJ – UT SERANG

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS TERBUKA

 

LAPORAN PRAKTEK

PEMANTAPAN KEMAMPUAN PROFESIONAL

(PKP)

NON EKSAK

 

MATA PELAJARAN : PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

 

“ Upaya Perbaikan Untuk Peningkatan Pemahaman Dan Aktifitas Siswa Terhadap Materi Keputusan Bersama  Dengan Menggunakan Pembelajaran Kooperatif kelas V di SDN 1 Pasirbungur “

 

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah PDGK 4501 Pemantapan Kemampuan Profesional (PKP).

 

 

 

 

 

 

 


Oleh :

SUSI WIDIAWATI

NIM. 817 452 604

 

PROGRAM S.1 PGSD UPBJJ – UT SERANG

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS TERBUKA

 

LAPORAN PRAKTEK

PEMANTAPAN KEMAMPUAN PROFESIONAL

(PKP)

NON EKSAK

 

MATA PELAJARAN : PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

 

“ Upaya Perbaikan Untuk Peningkatan Pemahaman Dan Aktifitas Siswa Terhadap Materi Keputusan Bersama  Dengan Menggunakan Pembelajaran Kooperatif kelas V di SDN 1 Pasirbungur “

 

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah PDGK 4501 Pemantapan Kemampuan Profesional (PKP).

 

 

 

 

 

 

 


Oleh :

SUSI WIDIAWATI

NIM. 817 452 604

 

PROGRAM S.1 PGSD UPBJJ – UT SERANG

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS TERBUKA

2010

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. A.                LATAR BELAKANG MASALAH

Keberhasilan pendidikan sudah barang tentu harus dilandasi oleh keberhasilan proses pembelajaran. Kegiatan pembelajaan dapat dikatakan berhasil apabila siswa sebagai peserta didik dapat menguasai materi ajar yang sudah ditargetkan.

Dalam hal ini tenaga pendidik memegang peranan yang sangat penting untuk memfasilitasi peserta didik agar dapat mencapai tujuan dari sebuah pembelajaran. Secara umum guru memiliki peran ganda yang sangat berat, untuk itu seorang guru harus memiliki kompetensi keilmuan tertentu.

Namun tugas fungsi guru tersebut dalam kenyataannya selalu mendapat berbagai hambatan ,seperti pada materi pelajaran pendidikan Kewarganegaraan ini , siswa diajak untuk mengenal lingkungan yang kadang dilingkungan tempat siswa tidak ada, dan menjadikan siswa berfikir abstrak, tahu kata tapi tidak mengetahui arti ,akibatnya  aktifitas dan hasil belajar siswa rendah

Dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan  pada tanggal 4 Mei 2010, dalam pemahaman dan pengetahuan tentang Keputusan Bersamabaru 4 orang dari 20 Siswa  yang dapat menguasai dan memahami sampai tingkat penguasaan 60 % keatas. Maka dari tanggal ini dibuat sebagai moment pertama untuk  dibuat sebagai prasiklus.

 

  1. 1.                  Identifikasi Masalah

Berdasarkan hal tersebut, penulis meminta bantuan supervisor untuk mengidentifikasi kekurangan dari pembelajaran yang dilaksanakan. Dari hasil diskusi dengan supervisor dan teman sejawat ditemukan beberapa masalah yang terjadi dalam pembelajaran,  adalah sebagai-berikut  :

  1. Rendahnya tingkat penguasaan siswa terhadap materi pelajaran
  2. Siswa tidak dapat menjawab pertanyaan dengan tepat
  3. Siswa tidak mau bertanya tentang hal yang kurang dipahami.
  4. Aktifitas siswa tidak aktif
  5. Hasil evaluasi tidak mencapai target yang diharapkan
  6. Guru tidak menggunakan Pembelajaran Kooperatif
  7. Siswa kurang aktif dalam kegiatan tanya jawab
  8. Siswa tidak memahami penjelasan guru
  9. Siswa tidak mampu menjawab pertanyaan yang diajukan guru ke seluruh kelas
  10. Hasil evaluasi tidak mencapai target yang ditentukan

 

  1. 2.                  Analisis Masalah

Melalui diskusi dengan supervisor dan Teman sejawat diketahui bahwa analisis masalah faktor penyebab siswa tidak aktif atau kurang menguasai materi yang diajarkan adalah sebagai berikut:

  1. Penjelasan guru terlalu abstrak
  2. Guru kurang memberikan contoh dan kurang melibatkan siswa
  3. Pembelajaran berpusat pada guru
  4. Aktifitas  belajar siswa rendah
  5. Guru kurang memotivasi siswa
  6. Siswa jarang membaca pelajaran Pendidikan kewarganegaraan
  7. Guru tidak memberi kesempatan bertanya kepada siswa
  8. Tidak menggunakan Pembelajaran Kooperatif
  9. Pembelajaran berpusat pada guru
  10. Siswa kurang tertarik dengan penjelasan guru
  11. Kurangnya perhatian siswa ketika pembelajaran berlangsung
  12. Guru kurang memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran

Belajar dikatakan tuntas bila siswa telah mencapai  hasil Belajar sama atau lebih besar dari nilai KKM ( Kriteria Ketuntasan Minimal ) yang telah ditetapkan oleh SDN 1 Pasirbungur kecamatan Cilograng kabupaten Lebak Provinsi Banten yaitu untuk mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan  6,0  , sedangkan berdasarkan aspek ketuntasan belajar secara klasikal ketuntasan belajar tercapai yaitu ≥ 85 % memperoleh skor ≥ 65 dari skor total dengan demikian jika dilihat dari ketuntasan belajarpun hasilnya masih rendah.

Kesimpulan analisa dari  masalah tersebut dapat di jelaskan secara umum adalah sebagai berikut :

  1. Belajar siswa belum bermakna ( Meaningfull Learning )
  2. Siswa masih belajar menghapal ( Rote Learning )
  3. Siswa masih takut bertanya karena guru lebih dominan menggunakan Metoda ceramah

 

 

  1. B.                 PERUMUSAN DAN PEMECAHAN MASALAH
  2. 1.                  Perumusan masalah

Berdasarkan latarbelakang masalah pada bagian pendahuluan diatas maka perumusan masalah dari Perbaikan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan ini  adalah :

  1. Apakah Pembelajaran Kooperatif   Dapat Meningkatkan Aktifitas Dan Hasil Belajar  Siswa Pada Materi Keputusan Bersama pada mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan  kelas V SDN 1 Pasirbungur Kecamatan Cilograng ?
  2. Bagaimana Pembelajaran Kooperatif   Dapat Meningkatkan Aktifitas Dan Hasil Belajar  Siswa Pada Materi Keputusan Bersama pada mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan  kelas V SDN 1 Pasirbungur Kecamatan Cilograng ?
  3. Sejauhmana Pembelajaran Kooperatif   Dapat Meningkatkan Aktifitas Dan Hasil Belajar  Siswa Pada Materi Keputusan Bersama pada mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan  kelas V SDN 1 Pasirbungur Kecamatan Cilograng ?

 

  1. 2.                  Pemecahan Masalah

Rendahnya nilai hasil Belajar Mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan kelas V SDN 1 Pasirbungur Kecamatan Cilograng kabupaten Lebak dikarenakan siswa dalam belajarnya kurang bermakna oleh karena itu dalam perbaikan ini diupayakan untuk meningkatkan hal tersebut melalui suatu penerapan Pembelajaran Kooperatif

Pembelajaran Kooperatif dalam pembelajaran, sangat penting peranannya, terutama untuk membantu siswa memahami kondisi yang nyata sehingga mudah mengerti terhadap materi pembelajaran yang sedang dipelajari.

Dengan menggunakan Pembelajaran Kooperatif , maka dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami Konsep Pendidikan Kewarganegaraan , mengaitkan dan menerapkan serta dapat mengembangkan sejumlah keterampilan proses, terutama dalam merencanakan, melaksanakan dan mengkomunikasikan hasilnya.

Dengan demikian berdasarkan uraian tersebut diatas melalui penerapan Pembelajaran Kooperatif  dalam pelaksanaan pembelajaran  dapat lebih efektip dan siswa lebih aktif sehingga pembelajaran menjadi bermakna.

 

  1. C.                TUJUAN  PERBAIKAN

Berdasarkan permasalahan diatas, maka tujuan perbaikan tindakan ini adalah sebagai berikut :

  1. Mengetahui Apakah Pembelajaran Kooperatif   dapat meningkatkan Aktifitas dan hasil Belajar  Siswa pada materi Keputusan Bersama pada mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan  kelas V SDN 1 Pasirbungur Kecamatan Cilograng ?
  2. Mengetahui Bagaimana Pembelajaran Kooperatif   dapat meningkatkan Aktifitas dan hasil Belajar  Siswa pada materi Keputusan Bersama pada mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan  kelas V SDN 1 Pasirbungur Kecamatan Cilograng ?
  3. Mengetahui Sejauhmana Pembelajaran Kooperatif   dapat meningkatkan Aktifitas dan hasil Belajar  Siswa pada materi Keputusan Bersama pada mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan  kelas V SDN 1 Pasirbungur Kecamatan Cilograng ?

 

 

  1. D.                MANFAAT PERBAIKAN

Hasil dari perbaikan ini diharapkan dapat berguna dan bermanfaat bagi berbagai pihak, bagi Sekolah kegunaan penelitian ini adalah untuk memberikan masukan dian menjadi bahan pertimbangan Sekolah untuk memperbaiki dan mengembangkan pelaksanaan pembelajaran di dalam manajemen Sekolah. Bagi penulis, diharapkan dengan melakukan penelitian ini dapat mengetahui perbandingan antara teori yang ada dalam materi perkuliahan dengan kenyataan dan praktik yang terjadi di Sekolah, serta untuk menambah pengetahuan dan memperluas wawasan.

Manfaat hasil perbaikan Tindakan Kelas ini akan memberikan manfaat untuk perbaikan kualitas pendidikan dan pembelajaran , terutama Perbaikan Tindakan Kelas ini akan berarti bagi perorangan dan institusi dibawah ini :

 

Bagi Siswa                  :

Siswa akan termotivasi untuk belajar dengan tahapan tahapan yang menggunakan Pembelajaran Kooperatif ,Siswa akan terjalin kerjasama yang baik antar sesamanya.,Aktivitas belajar siswa lebih meningkat dan Pemanfaatan pengetahuan dan ketrampilan yang dimilikinya diterapkan kepada  dunia yang nyata

 

Bagi Guru                  :

Membuka wawasan baru dan mengetahui strategi pembelajaran yang bervariasi khususnya dalam proses peningkatan kemampuan dan hasil siswa serta aktivitas belajar siswa ,menumbuhkan budaya meneliti untuk memperbaiki /meningkat kan praktek pembelajaran. Dan dapat diterapkan pada proses pembelajaran pelajaran lain

 

Bagi Kepala Sekolah :

Dengan  pelaksanaan pembelajaran menggunakan Pembelajaran Kooperatif akan  Menambah wawasan pengetahuan bagi Kepala Sekolah , dan dapat dijadikan suatu kebijakan sekolah untuk diterapkan pada mata pelajaran yang lain

 

Bagi Sekolah              :

Dengan perbaikan dan peningkatan praktek pembelajaran secara berkesinambungan akan diperoleh manfaat sebagai inovasi pembelajaran dan peningkatan kualitas pendidikan di sekolah dan laporan PKP ini dapat disimpan disekolah dan dijadikan buku perpustakaan untuk selalu dibaca dibandingkan dan diperbaiki lagi untuk peningkatan kualitas pendidikan di sekolah tersebut

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

 

  1. A.    Pengertian Pembelajaran Kooperatif

Secara umum istilah model diartikan sebagai rangka konseptual yang digunakan sebagai pedoman atau acuan dalam melakukan suatu kegiatan. Menurut Briggs dalam Gustini, (2003 : 16 ) model adalah seperangkat prosedur yang berurutan untuk mewujudkan suatu proses. Dengan kata lain model pembelajaran adalah suatu pola yang terdiri atas seperangkat prosedur  atau rangkaian kegiatan yang berisi strategi, Pembelajaran, pengorganisasian pengalaman belajar untuk mencapai tujuan tertentu, guna mewujudkan suatu pembelajaran atau proses belajar mengajaryang oftimal.

Model pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran yang berorientasi pada tim ( kelompok ). Menurut Suherman, (2001 : 260)  pembelajaran kooperatif adalah sutu pembelajaran yang siswanya belajar dan bekerja dalam kelompok-  kelompok kecil secara kolaboratif yang anggotanya terdiri dari 4-6 orang, dengan struktur kelompok yang heterogen.

Berdasarkan uraian diatas, maka yang dimaksud pembelajaran kooperatif adalah kelas disusun dalam kelompok yang terdiri dari 4-6 siswa yang terdiri dari siswa yang berkemampuan tinggi, sedang dan rendah. Para siswa tersebut diajarkan kertampilan-ketrampilan khusus agar dapat kerja sama dengan baik dalam kelompoknya seperti menjadi pendengar yang aktif, memberikan penjelasan kepada teman sekelompok dengan baik, berdiskusi dan sebagainya.

Menurut Sumarni dalam Hapipah ( 2004 : 10 ) ciri-ciri pembelajaran kooperatif adalah sebagai berikut :

  1. Siswa belajar dalam kerlompok kecil yang terdiri dari 4-6 orang yang bekerja sama dan duduk saling berhadapan serta saling membantu satu sama lain dan bersifat heterogen baik jenis kelamin maupun kemampuannya;
  2. Selama proses belajar mengajar berlangsung menggunakan ketrampilan-ketrampilan kooperatif agar siswa dapat bekerja sama dengan baikdidalam kelompok atau dapat meningkatkan hubungan kerja.
  3. Selama bekerja kelompok tugas anggota kelompok adalah membantu teman sekelompok mencari ketuntasan materi yang disajikan guru,
  4. Siswa belum boleh mengakhiri belajar sebelum yakin bahjwa seluruh anggota ini menyelesaikan tugas.

Menurut Jhonson dalam Abdurrahman (203 : 124) hasil-hasil penelitian menunjukan bahwa interaksi kooperatif  memiki berbagai pengaruh positif dengan perkembangan awak terdiri dari :

    1. meningkatkan prestasi belajar mengajar,
    2. meningkatkan retensi,
    3. lebih dapat digunakan untuk mencapai tarf penalaran tingkat tinggi,
    4. lebih dapat mendorongtumbuhnya motivasi instrinsik,
    5. lebih sesuai untuk meningkatkan hubungan antara manusia,
    6. meningklatkan sifat anak yang fositif terhadap guru,
    7. meningkatkan harga diri anak,
    8. meningkatkan perilaku penyesuaian sosial dan fositif dan meningkatkan ketrampilan hidup bergoptong royong.
  1. B.                 Hasil Belajar

Hasil belajar siswa akan diperoleh apabila kegiatan proses belajar mengajar telah berakhir. Menurut Dimyati (1993:3), menyatakan bahwa hasil belajar merupakan hasil dari suatu interaksi tindak belajar dan tindak mengajar. Dari sisi guru tidak mengajar diakhiri dengan proses evaluasi hasil belajar, sedangkan dari sisi siswa, hasil belajar merupakan puncak dari proses belajar.

Sedangkan menurut Alhamdi (1994:35), bahwa hasil belajar adalah hasil yang dicapai dalam suatu usaha. Dalam hal ini usaha hasil belajar berupa perwujudan prestasi belajar siswa yang dapat dilihat pada nilai setiap mengikuti tes atau evaluasi. Untuk memperoleh hasil yang baik, harus ada upaya belajar dan kemauan keras bagi siswa, sedangkan bagi guru harus ada upaya untuk menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif dan efektif.

  1. C.                Aktifitas  Belajar

Sementara itu aktifitas belajar merupakan rangkaian kegiatan yang dilakukan individu untuk mencapai perubahan tingkah laku. Aktiftitas belajar merupakan kegiatan yang sangat penting dalam belajar, seperti yang diungkapkan Sardiman ( 1992,h.95):

” dalam belajar sangat diperlukan adanya aktifitas, tanpa aktifitas belajar itu tidak mungkin berlangsung dengan baik. Aktifitas dalam proses belajar mengajar merupakan rangkaian kegiatan yang meliputi keaktivitasan siswa dalam mengikuti pelajaran, bertanya hal yang belum jelas, mencatat, mendengar, berfikir, membaca dan segala  kegiatan yang dilakukan yang dapat menunjang Aktifitas hasil Belajar ”.

Sedangkan Poerwodarminto dan Yuhana & Sukirwan ( 2005,h.12) mengatakan bahwa aktifitas adalah suatu kegiatan yang diharapkan pada suatu tujuan, dalam kegiatan ini individu telah terlebih dahulu tujuan yang akan dicapainya dan ia memang melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan.

Dengan demikian berdasar uraian tersebut diatas dapat disebutkan  bahwa aktifitas belajar adalah kegiatan yang dilakukan siswa selama proses belajar mengajar berlangsung agar mendapatkan hasil yang oftimal. Dengan kata lain bahwa dalam belajar sangat diperlukan adanya aktifitas, dan dengan aktifitas akan menghasilkan hasil belajar yang lebih besar  dan melebihi  KKM ( Kriteria Ketuntasan Minimal) yang ditetapkan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PELAKSANAAN PERBAIKAN

  1. A.                Subjek Penelitian.

Perbaikan ini dilakukan di SDN 1 Pasirbungur kecamatan Cilograng kabupaten Lebak Provinsi Banten . Adapun subyek perbaikan ini adalah 20 Orang siswa Kelas V di SDN 1 Pasirbungur kecamatan Cilograng kabupaten Lebak Provinsi Banten sedangkan Perbaikan Tindakan Kelas ini akan dilaksanakan dengan 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari 1 kali pertemuan, sedangkan  perbaikan ini berlangsung kurang lebih sampai dengan  3  minggu yakni prasilklus tanggal 4  Mei 2010 ,siklus 1 tanggal 11  Mei 2010 dan siklus 2 tanggal 18  Mei 2010.

  1. 1.                  Prosedur Perbaikan

Perbaikan ini merupakan perbaikan Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) , ada pun tahap-tahap yang akan dilakukan dalam perbaikan PTK ini menggunakan model yang dikembangkan oleh Kurt Lewin. Model Kurt Lewin seperti disebutkan dalam Dikdasmen ( h.18,2003 ) bahwa tahap tahap tersebut atau biasa disebut siklus ( Putaran ) terdiri dari empat komponen yang meliputi :

  1. Perencanaan ( Planning )
  2. Aksi / tindakan ( Acting )
  3. Observasi ( Observing )
  4. Refleksi ( Reflecting )

Prosedur Pelaksanaan Perbaikan  ini meliputi 2 siklus, setiap siklus terdiri dari Perencanaan tindakan Pengamatan, dan refleksi. Seperti pada table  dibawah ini.:

 

Siklus  I Perencanaan

Identifikasi masalah dan penetapan    alternative  pemecahan  masalah

  • Merencanakan pembelajaran yang akan diterapkan dalam PBM yaitu dengan Pembelajaran Kooperatif.
  • Menentukan pokok bahasan.
  • Mengembangkan scenario Pembe- lajaran
  • Menyusun bahan ajar
  • Menyiapkan sumber belajar seperti buku
  • Mengembangkan format evaluasi
  • Mengembangkan format observasi pembelajaran

 

Tindakan
  • Menerapkan tindakan mengacu pada scenario Pembelajaran Kooperatif  yang telah disiapkan
  • Melakukan evaluasi yaitu dalam bentuk tes kemampuan
Pengamatan
  • Melakukan observasi dengan meng- gunakan format observasi
Refleksi
  • Melakukan evaluasi tindakan yang telah dilakukan yang meliputi evaluasi mutu, jumlah, dan waktu dari tindakan yang telah dilakukan
  • Melakukan pertemuan untuk membahas hasil evaluasi tentang scenario, tes kemampuan pemahaman.
  • Memperbaiki  tindakan sesuai hasil evaluasi untuk digunakan pada siklus berikutnya
  • Evaluasi tindakan I
Indikator keberhasilan siklus I
  • Instrumen-instrumen yang telah disiap- kan pada siklus I dapat terlaksana semua
  • Siswa mampu belajar dengan menggunakan tahapan tahapan Pembelajaran Kooperatif
  • Pada evaluasi pelajaran Hampir ≥ 60 % siswa mendapatkan nilai ≥ 62 pada tes kemampuan pemahaman, dan berdasarkan pengamatan siswa aktif hampir ≥60 %
Siklus  II Perencanaan
  • Identifikasi masalah dan penetapan alternative pemecahan masalah
  • Pengembangan program tindakan II
Tindakan
  • Pelaksanaan program tindakan II
Pengamatan
  • Pengumpulan data tindakan II
Refleksi
  • Evaluasi tindakan II
Indikator keberhasilan siklus II
  • Instrumen-instrumen yang telah disiapkan pada siklus II dapat terlaksana semua
  • Siswa mampu belajar dan berdiskusi dengan teman dalam membahas materi yang diberikan
  • Siswa mampu belajar dengan kelompok
  • Pada evaluasi pelajaran  hampir ≥ 75 % siswa mendapatkan nilai ≥ 62 pada tes kemampuan pemahaman, dan berdasarkan pengamatan siswa aktif hampir ≥ 85 %

 

  1. B.                 Deskrifsi Persiklus

Berkenaan dengan masalah yang telah terindentifikasi dan dianalisa, penulis menyusun rencana pembelajaran yang dilakukan secara bertahap untuk mencapai tujuan perbaikan pembelajaran.

Berikut ini jadwal pelaksananaan perbaikan pembelajaran

No Hari / Tanggal Mata pelajaran Indikator
1 Selasa  4 Mei 2010 PKN

(RP)

  • Menyebutkan jenis-jenis Keputusan Bersama
2 Selasa  11 Mei 2010 PKN

(RPP1)

  • Menyebutkan jenis-jenis Keputusan Bersama menggunakan Pembelajaran Kooperatif
3 Selasa  18 Mei 2010 PKN

(RPP2)

  • Menyebutkan jenis jenis Keputusan Bersama dalam diskusi kelompok pada pembelajaran kooperatif

 

Rencana perbaikan pembelajaran dimulai dengan mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dengan rincian sebagai berikut :

1)                  Masalah yang Merupakan Fokus Perbaikan

Meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi Keputusan Bersama pada mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan

2)                  Tujuan Perbaikan

Siswa mampu meningkatkan pemahaman tentang materi Keputusan Bersama pada mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan

3)                  Langkah-Iangkah Perbaikan yang dilaksanakan

-          Guru mengulang dan memberi contoh jenis-jenis keputusan bersama

-          Siswa bersama-sama mendiskusikan jenis-jenis Keputusan Bersama dalam kehidupan sehari hari

-          Menyuruh siswa secara bergantian untuk melaporkan hasil diskusi dengan kelompoknya

-          Guru menjelaskan jenis-jenis Keputusan Bersama yang ada dilingkungan sekitar

-          Memberikan penguatan kepada siswa yang telah memahami jenis-jenis Keputusan Bersama yang ada disekitarnya

-          Guru menanggapi secara positif setiap pertanyaan atau pernyataan yang diajukan siswa ketika terjadi tanya jawab, guru dengan siswa atau siswa dengan siswa.

Semua kegiatan perbaikan pembelajaran mata pelajaran  dapat dilihat pada rencana perbaikan pembelajaran sebagaimana terlampir.

 

  1. C.                Tempat dan Waktu Pelaksanaan

Perbaikan pembelajaran dilaksanakan di kelas V SDN 1 Pasirbungur kecamatan Cilograng kabupaten Lebak Provinsi Banten mulai  tanggal 11 dan 18Mei 2010,sedangkan prasiklus dilaksanakan tanggal 4  Mei 2010

 

  1. D.                Karakteristik subjek penelitian

SDN 1 Pasirbungur kecamatan Cilograng kabupaten Lebak Provinsi Banten memiliki karakteristik sebagai berikut :

“ Selalu ingin melakukan perubahan dan pengembangan diri seoftimal mungkin melalui berbagai kegiatan pembelajaran untuk meningkatkan minat dan bakat “

  1. E.                 Data dan Teknik Pengumpulan data
    1. a.             Data

Sumber data perbaikan ini adalah siswa , sedangkan jenis data yang didapatkan dalam perbaikan ini adalah data kuantitatif dan data kualitatif yang meliputi :

  • Data tes setelah siklus I , II
  • Hasil observasi terhadap proses pelaksanaan pembelajaran
  1. b.        Teknik Pengumpulan data

Data dikumpulkan melalui observasi, catatan harian, tes kemampuan

 

1.   Observasi

Observasi dilakukan untuk mengamati aktifitas siswa selama pembelajaran berlangsung. Didalam observasi diantaranya akan melihat peningkatan proses pembelajaran yang meliputi : peningkatan frekuensi dan atau kualitas pertanyaan siswa kepada guru maupun sesama temannya selama interaksi belajar mengajar, adanya peningkatan kerjasama dalam melaksanakan tugas, keberanian siswa dalam memberikan jawaban pertanyaan yang diajukan oleh guru.

Dalam peningkatan Aktifitas hasil Belajar siswa  guru mengamati : perasaan keingintahuan, perasaan puas dan tidak puas, peningkatan jumlah, jenis dan atau  mutu produk belajar yang dihasilkan siswa.

            2.  Data Tes Kemampuan

Data ini merupakan data kuantitatif, yang diambil setiap siklus. Tes formatif diberikan setiap berakhirnya siklus, hal ini supaya setiap berakhirnya pelaksanaan siklus dapat diketahui kemajuan dan perkembangan yang didapat oleh siswa dengan Pembelajaran Kooperatif .dan hasilnya diharapkan dapat menjadi acuan, pertimbangan, bahan refleksi, untuk merencanakan pelaksanaan siklus berikutnya.

  1. c.         Analisis Data

1.  Data Observasi.

Data ini diambil melalui pengamatan yang dilakukan oleh peneliti sebagai orang yang terlibat aktif dalam pelaksanaan tindakan dan dibantu oleh partner sebagai observer . Adapun kegiatan siswa yang diamati setiaplimamenit sekali dengan tanda checklist , diolah dengan menggunakan rumus :

A  X 100 %

B

Dimana  : A  adalah Frekuensi aktivitas yang teramati

B  adalah frekuensi semua aktivitas pada lembar

observasi.

2.  Data Jurnal Harian

Menyimpulkan kejadian selama perbaikan berlangsung.

3.  Data Tes Kemampuan

  • Menentukan nilai setiap siswa dari hasil tes dengan pemberian nilai skala 100
  • Tentukan banyaknya siswa yang mendapat nilai diatas atau sama dengan 60 untuk materi pelajaran  PKN
  • Hitung persentasi banyaknya siswa yang mendapat nilai diatas atau sama dengan 60 untuk materi pelajaran PKN.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

 

  1. A.   Deskripsi Seting Perbaikan

Siklus I, Pelajaran IPS dilaksanakan pada tanggal : 11 Mei 2010. Siklus I dilakukan dalam 1 (satu) kali pertemuan. Subjek perbaikan adalah kelas V SDN 1 Pasirbungur kecamatan Cilograng kabupaten Lebak Provinsi Banten, dengan jumlah siswa sebanyak 20 Orang. Setiap pertemuan, dilakukan pretest dan postes untuk mengukur dan mengetahui keberhasilan tindakan yang dilakukan.

Model pembelajaran yang dilakukan dalam perbaikan ini adalah Penerapan pembelajaran dengan Pembelajaran Kooperatif  dalam  upaya meningkatkan hasil belajar  bagi siswa kelas V SDN 1 Pasirbungur kecamatan Cilograng kabupaten Lebak Provinsi Banten.

Pada pembelajaran Metode Pembelajaran Kooperatif  siswa memperhatikan penjelasan guru kemudian dipersilahkan untuk untuk mempraktekan pembelajaran secara mandiri atau dengan teman, bahkan dalam hal ini guru masih berperan untuk memberikan pengarahan atau bantuan dalam menyelesaikan tugas yang diberikan. dapat dibuat dalam kelompok kecil, maka siswa dipersilakan untuk menjawab soal secara individu, hal ini diperlakukan untuk mengontrol kemampuan siswa secara individu.

Siklus II, dilaksanakan pada tangal: 18 Mei 2010. Pada siklus ke II, dilakukan hal yang sama seperti kegiatan yang dilakukan pada siklus I. Siklus ke II dilakukan setelah diadakan refleksi dari semua kegiatan yang dilakukan pada siklus I. Pada siklus ini cenderung pada arah perbaikan proses, sehingga keterampilan menyimpulkan pada  siswa terjadi peningkatan.

 

  1. Refleksi Setiap Siklus

Siklus I, dilaksanakan pada tanggal : 11 Mei 2010 . Siklus I dilakukan dalam 1 (satu) kali pertemuan. Setiap pertemuan, dilakukan  pretest dan postes,  hasil Belajar siswa dalam menjawab soal, dinilai dengan rentang nilai 0 – 100. Hasil perolehan tes siswa, ditampilkan pada tabel 1 sebagai berikut:

 

 

 

 

 

 

TABEL I

 

Tabel 1 : Hasil Belajar Pada Siklus I

Berdasarkan data dari setiap tes pada siklus I, secara umum rata-rata hasil tes menunjukkan peningkatan. sebagai berikut :

RP ( Prasiklus), rata-rata pretest 20,50 dan rata-rata post test 51,50,RPP 1 (siklus 1 ), rata-rata pretest 24,75  dan rata-rata post test 59,25

Berdasarkan Aktifitas hasil Belajar yang ditunjukkan pada tabel 1, setiap pertemuan pada siklus I terdapat peningkatan. Dengan kata lain pada siklus ini, tindakan dilaksanakan menunjukkan perbaikan. Untuk meningkatkan Aktifitas hasil Belajar siswa, agar lebih optimal, maka tindakan dilanjutkan dengan siklus ke II.

Siklus II,dilaksanakan pada tangal: 18  Mei 2010. Sama seperti halnya pada siklus I, pada pertemuan dilakukan pree test dan post test. Adapun hasil perolehan tes siswa post test, ditampilkan pada tabel 2 sebagai berikut:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tabel 2 : Hasil Belajar Pada Siklus II

 

 

RPP 1 (siklus 1 ), rata-rata pretest 24,75 dan rata-rata post test 59,25

RPP 2 (siklus 2 ), rata-rata pretest 25,75  dan rata-rata post test 80,00

 

 

 

 

Berdasarkan Aktifitas hasil Belajar yang ditunjukkan pada tabel 2, setiap pertemuan pada siklus II terdapat peningkatan. Dengan kata lain dari dua siklus yang dilakukan selama tindakan, menunjukkan adanya perbaikan atau peningkatan Aktifitas hasil Belajar.

 

  1. Deskripsi Temuan dan Refleksi

Melihat data rekapitulasi nilai siswa pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, perbaikan pembelajaran yang di laksanakan untuk kedua mata pelajaran tersebut sudah menunjukan kemajuan. Tetapi, ketika proses pembelajaran berlangsung ada beberapa hal yang penulis temukan yang di jadikan dasar untuk merefleksi kembali. Beberapa temuan itu di antaranya: Dengan Pembelajaran Kooperatif kepada siswa secara berulang-ulang dengan mudah siswa dapat lebih memahami jenis-jenis kegiatan ekonomi. Hal ini ditandai dengan keterlibatan siswa lebih aktif dalam kegiatan KBM.

Dampak positif dalam kegiatan tersebut siswa lebih berani dan lebih percaya diri untuk mengungkapkan pendapatnya.Guru selaku motivator bagi siswa, dalam hal ini selalu menanggapi secara positif setiap pertanyaan atau pemyataan yang diajukan siswa bagaimanapun bentuknya. Dengan adanya tanggapan atau penguatan dari guru, maka siswa tidak akan merasa kecil hati dan tidak akan ragu-ragu setiap mengemukakan pendapatnya. Sehingga siswa akan lebih aktifketika mengikuti kegiatan pembelajaran.

2.       Pembahasan singkat Mengenai Temuan

Berdasarkan hasil diskusi dengan teman sejawat dan supervisor, pembelajaran yang dilakasankan sudah menunjukan kemajuan. Hal ini ditunjukan dengan meningkatnya pemahaman siswa terhadap materi pelajaran IPS dari siklus ke siklus. Meningkatnya pemahaman siswa terhadap konsep dan materi pelajaran terlihat dari hasil evaluasi pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. .

Peningkatan tersebut tidak terlepas dari peran guru dalam memperbaiki cara mengajarnya. Penjelasan materi dengan menggunakan media atau Pembelajaran Kooperatif yang sesuai akan lebih mudah dipahami siswa daripada menjelaskan materi secara abstrak. Seperti yang diungkapkan Piaget dalam teori belajar dan perkembangan kognitifnya, bahwa siswa sekolah dasar itu berada dalam tahapan operasional kongkrit (7-12 tahun). Pada tahapan ini dapat diungkap beberapa kemampuan belajar yang bias didemonstrasikan dalam pembelajaran. Misalnya kemampuan membedakan, mengelompokan bahkan kemampuan analisis, yang jika dihubungkan dengan kemampuan yang dapat didemonstrasikan berdasarkan taksonomi Bloom, maka aspek pengetahuan pemahaman, aplikasi dan analisis sudah dapat diterapkan.

Guru dapat mengubah (meningkatkan) motivasi belajar siswa yang berarti mengubah cara pikir siswa, membuatnya memahami pentingnya tujuan pembelajaran, melihat proses dan hasil pembelajaran dengan cara yang berbeda. Dengan pemahaman ini siswa akan termotivasi untuk berbuat yang lebih baik lagi.

Peningkatan pemahaman dan penguasaan materi terlihat dari tercapainya target yang diharapkan guru. Hampir 81 % siswa dapat menguasai materi pelajaran. Adanya keterlibatan siswa secara aktif dalam belajar , menunjukan bahwa proses pembelajaran ada kemajuan.

Penjelasan materi yang tidak terlalu cepat, menggunakan bahasa yang sederhana, struktur kalimat tanya yang benar ketika mengajukan pertanyaan kepada Siswa, sehingga mudah dipahami siswa. Menggunakan Pembelajaran Kooperatif yang  sesuai, dan menarik bagi siswa, akan membentuk keyakinan siswa bahwa mereka akan berhasil dalam melaksanakan tugas yang diberikan guru dan terdorong untuk melaksanakan tugas tersebut.

Memberi tenggang waktu yang cukup untuk berpikir dan menjawab pertanyaan ketika pertanyaan yang diajukan langsung ditujukan kepada siswa pendiam secara bijaksana. Guru sebagai motivator bagi siswa, memberikan balikan secara positif terhadap setiap pertanyaan atau pemyataan yang diajukan siswa bagaimanapun bentuknya., sehingga siswa tidak akan ragu-ragu mengemukakan pendapatnya, dan terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran.

Untuk siswa yang hasil evaluasinya dibawah rata-rata, guru harus memberikan pelatihan dan bimbingan lebih. Dengan memperhatikan kebutuhan dan motif atau tujuan pribadi siswa, akan meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi pelajaran.

 

  1. Analisis dan Pembahasan

Dengan menggunakan Pembelajaran Kooperatif pada Keputusan Bersama pada pelajaran IPS mempunyai kelebihan dan kekurangan sebagai berikut :

  1. Kelebihan
  • Siswa mendalami dan mengalami sendiri pengetahuan yang dicarinya, maka pengetahuan itu akan tinggal lama di dalam jiwanya
    • Lebih merangsang siswa dalam melakukan aktivitas belajar
    • Siswa dapat mengembangkan daya berpikirnya sendiri dan daya inisiatif
    • Dapat mengembangkan kemandirian siswa di luar pengawasan guru.
    • Dapat membina tanggung jawab dan disiplin siswa.
    • Dapat mengembangkan kreativitas siswa.
  1. Kekurangan
  • Khusus untuk Perbaikan pada pembelajaran Pembelajaran Kooperatif , tidak jarang yang aktif  mengerjakan dan menyelesaikannya adalah siswa tertentu saja.
  •  Tidak mudah memberikan Pembelajaran Pembelajaran Kooperatif  yang sesuai dengan perbedaan individu siswa.
  • Sering memberikan Pembelajaran dengan menggunakan Pembelajaran Kooperatif  yang monoton (tak bervariasi) dapat menimbulkan kebosanan siswa.

Upaya peningkatan prestasi hasil Belajar  siswa kelas V pada pelajaran PKN SD Negeri 1 Pasirbungur melalui metode Pembelajaran Kooperatif dilakukan dengan dua siklus. Setiap siklus memuat langkah-langkah; perencanaan, tindakan, pengamatan, dan diakhiri dengan refleksi. Setiap tindakan dilakukan akan diikuti dengan observasi yang akan dianalisis datanya untuk kepentingan kegiatan refleksi. Refleksi yang dimaksud bertujuan untuk menentukan langkah-langkah berikutnya pada setiap siklus yang akan dilakukan dengan melihat apakah tujuan perbaikan sudah tercapai atau belum.

Berdasarkan hasil tes seperti yang ditampilkan pada tabel 1 dan 2,  Aktifitas hasil Belajar siswa, baik secara individu maupun kelompok (klasikal) terdapat peningkatan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa  pembelajaran dengan menggunakan Pembelajaran Kooperatif  secara siginifikan dapat meningkatkan hasil Belajar PKN  bagi siswa kelas V SD Negeri 1 Pasirbungur Kecamatan Cilograng kabupaten lebak Provinsi banten.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

 

  1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan pada bab-bab sebelumnya sebagai berikut :

Berdasarkan data dari setiap tes pada semua siklus , secara umum rata-rata hasil tes menunjukkan peningkatan. sebagai berikut :

RP ( Prasiklus), rata-rata pretest 20,50 dan rata-rata post test 51,50,

RPP 1 (siklus 1 ), rata-rata pretest 24,75 dan rata-rata post test 59,25

RPP 2 (siklus 2 ), rata-rata pretest 25,75  dan rata-rata post test 80,00

Berdasarkan Aktifitas hasil Belajar yang ditunjukkan terdapat peningkatan. Dengan kata lain dari dua siklus yang dilakukan selama tindakan, menunjukkan adanya perbaikan atau peningkatan Aktifitas hasil Belajar., maka dapat ditarik kesimpulan bahwa  Pembelajaran Kooperatif   dapat meningkatkan aktifitas hasil Belajar  Siswa pada pelajaran PKN  materi Keputusan Bersama di SDN 1 Pasirbungur kecamatan Cilograng kabupaten Lebak.

 

  1. Saran

Berdasarkan hasil tindakan atau perbaikan , maka metode pembelajaran  dengan menggunakan Pembelajaran Kooperatif layak dipertimbangkan untuk dipergunakan guru, terutama pada pelajaran  Ilmu Pengetahuan Sosial ( IPS ) materi Keputusan Bersamabagi siswa kelas V, khususnya di SD Negeri Pasirbungur Kecamatan Cilograng Kabupaten lebak Provinsi Banten.

Metode pembelajaran  Pembelajaran Kooperatif , jika didesain akan memberikan dampak yang positif terhadap peningkatan hasil Belajar. Untuk itu agar hasilnya lebih optimal, diperlukan langkah-langkah yang lebih kreatif lagi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KEPUSTAKAAN

 

Dikdasmen (2003) Penelitian Tindakan Kelas .Jakarta, Direkorat Jendral Pendidikan Dasar Dan Menengah,Direktorat Tenaga Kependidikan

Dinn Wahyudin; D. Supriadi; Ishak.A. (2004) Pengantar Pendidikan. Jakarta: Universitas Terbuka.

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional,2004 Rusmiyati,dkk. (2004). Bahasaku IPS 5, Bumi Aksara Jakarta

Suciati,dkk. (2005). Be/ajar dan Pembelajaran 2. Jakarta: Universitas Terbuka.

Syamsudin, Abin, dan Nandang,B. Profesi Keguruan. Jakarta: Universitas Terbuka.

Wardani, I.G.A.K, Siti Julaeha dan Ngadi Marsinah. (2004).Pemantapan Kemampuan Profesional (Panduan). Jakrarta: Universitas Terbuka.

Wardani, I.G.A.K, Wiharti, K; dan Nasoetion, N. (2004). Penelitian Tindakan Ketas.

Jakarta: Universitas Terbuka.

Zainal,A; Mulyana, Agus. (2005). Tes dan Asesmen di SD. Jakarta: Universitas Terbuka.

 

Penelitian Tindakan Sekolah

PROPOSAL

PENELITIAN TINDAKAN SEKOLAH

(PTS)

 

JUDUL

 

“SUPERVISI AKADEMIK DAPAT MENINGKATKAN KINERJA GURU DI SDN 3 LEBAKTIPAR KECAMATAN CILOGRANG KABUPATEN LEBAK”.

 

 

Oleh:

SUJATNA,S.Pd.SD

KEPALA SDN 3 LEBAKTIPAR

NIP : 196607031986101002

 

 

 


SEKOLAH DASAR NEGERI 3 LEBAKTIPAR

UNIT PELAKSANA TEKNIS PENDIDIKAN

KECAMATAN CILOGRANG KABUPATEN LEBAK

BANTEN

2011

 

BAB I. 

PENDAHULUAN

 

  1. A.                LATAR BELAKANG MASALAH

Pendidikan merupakan sebuah sistem yang terbentuk dari berbagai subsistem yang sinergis dalam poses kegiatan untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Subsistem yang erat kaitannya dengan proses pendidikan adalah aktifitas yang harus dilakukan oleh seorang guru adalah mengajar, mendidik dan melatih.

Keberhasilan pendidikan sudah barang tentu harus dilandasi oleh keberhasilan proses pembelajaran. Kegiatan pembelajaan dapat dikatakan berhasil apabila siswa sebagai peserta didik dapat menguasai materi ajar yang sudah ditargetkan.

Demikian halnya dengan apa yang terjadi di SDN 3 LEBAKTIPAR yang beralamat di kampung Wangun   Desa Cilograng  Kecamatan Cilograng kabupaten lebak yang termasuk desa terpencil,dengan mempunyai 4 orang PNS dan 4 orang Sukwan karena daerah ini termasuk kategori SD terpencil maka pada standar proses terutama pada pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran masih belum maksimal.

RPP ( Rencana pelaksanaan Pembelajaran ) adalah hal yang sangat penting dalam pelaksanaan pembelajaran karena tanpa rencana yang baik maka mustahil akan dihasilkan keluaran ( output ) yang baik.

Rendahnya Hasil siswa ini terutama pada mata pelajaran Ilmu pengetahuan Alam dialami pula oleh siswa dan siswi SDN 3 LEBAKTIPAR Kecamatan Cilograng Kabupaten Lebak Provinsi Banten.Bahwa setiap ulangan harian yang telah dilaksanakan hanya sekitar 20 s/d 30 % saja siswa yang mendapat nilai diatas 60 ( ini sesuai dengan Standar Keberhasilan Belajar Minimal yang ditetapkan di SD 3 LEBAKTIPAR ), dengan demikian ini menunjukan bahwa  70 % s/d 80 % saja siswa yang mengalami belajar yang belum tuntas atau masih dibawah nilai 60.

Belajar dikatakan tuntas dalam Kurikulum berbasis Kompetensi (KBK) bila siswa telah mencapai Aktifitas hasil Belajar atau nilai dengan skor ≥ 65 sedangkan berdasarkan aspek ketuntasan belajar secara klasikal ketuntasan belajar tercapai yaitu ≥ 85 % memperoleh skor ≥ 65 dari skor total dengan demikian jika dilihat dari ketuntasan belajarpun hasilnya masih rendah.

Alasan alasan yang melatarbelakangi rendahnya nilai Ilmu pengetahuan Alam  di SD 3 LEBAKTIPAR Kecamatan Cilograng Kabupaten Lebak adalah :

  1. Belajar siswa belum bermakna ( Meaningfull Learning )
  2. Siswa masih belajar menghapal ( Rote Learning )
  3. Siswa masih takut bertanya karena guru lebih dominan menggunakan Metoda ceramah
  4. Guru mengajar jarang menggunakan RPP
  5. Kemampuan guru dalam membuat RPP sangat rendah

Berdasarkan masalah inilah kemudian dilakukan penelitian tindakan sekolah ( PTS )

 

 

  1. IDENTIFIKASI MASALAH

Berdasarkan hal tersebut, ditemukan beberapa masalah yang terjadi dalam pembelajaran,  adalah sebagai-berikut  :

  1. Rendahnya tingkat penguasaan siswa terhadap materi pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam.
  2. Siswa tidak dapat menjawab pertanyaan dengan tepat
  3. Siswa tidak mau bertanya tentang hal yang kurang dipahami.
  4. Aktifitas siswa tidak aktif
  5. Hasil evaluasi tidak mencapai target yang diharapkan di bawah KKM
  6. Tenaga pendidik masih ada yang baru mengenyam tingkat SLTA.
    1. Lemahnya perencanaan ( terutama dalam pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran )
    2. Penguasaan guru terhadap pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran masih mengadopsi dari produk orang lain
    3. Hanya sekitar 20 % saja dari guru yang ada yang melengkapi RPP nya dengan Soal, Kunci jawaban dan pedoman penskoran ( dalam CD , Soft Copy yang diedarkan rata rata tidak ada hal tersebut )

 

  1. C.    PEMBATASAN  MASALAH

Melihat identifikasi masalah  yang melatarbelakangi rendahnya Hasil siswa adalah belajarnya belum bermakna dan masalah tersebut dapat di jelaskan secara umum adalah sebagai berikut :Belajar siswa belum bermakna ( Meaningfull Learning ),Siswa masih belajar menghapal ( Rote Learning ) .

Dan pembatasan masalah adalah dengan kurang mampunya guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( RPP ) , maka dilaksanakan supervise Akademik yang berkelanjutan dan terprogram untuk peningkatan hasil Belajar mata pelajaran Ilmu Pengetahuan alam.

 

  1. PERUMUSAN DAN PEMECAHAN MASALAH

Berdasarkan latarbelakang masalah pada bagian pendahuluan diatas maka perumusan masalah nya adalah :

  1. Apakah Supervisi Akademik   Dapat Meningkatkan Kinerja Guru di SDN 3 LEBAKTIPAR Kecamatan Cilograng ?
  2. Bagaimana Supervisi Akademik   Dapat Meningkatkan Kinerja Guru di SDN 3 LEBAKTIPAR Kecamatan Cilograng ?

 

  1. E.                 TUJUAN  PENELITIAN

Berdasarkan permasalahan diatas, maka tujuan penelitian tindakan ini adalah sebagai berikut :

  1. Mengetahui Apakah Supervisi Akademik   Dapat Meningkatkan Kinerja Guru di SDN 3 LEBAKTIPAR Kecamatan Cilograng ?
  2. Mengetahui Bagaimana Supervisi Akademik   Dapat Meningkatkan Kinerja Guru di SDN 3 LEBAKTIPAR Kecamatan Cilograng ?

 

  1. F.                 MANFAAT PENELITIAN

Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat berguna dan bermanfaat bagi berbagai pihak, bagi Sekolah kegunaan penelitian ini adalah untuk memberikan masukan dian menjadi bahan pertimbangan Sekolah untuk memperbaiki dan mengembangkan pelaksanaan pembelajaran di dalam manajemen Sekolah. Bagi penulis, diharapkan dengan melakukan penelitian ini dapat mengetahui perbandingan Tugas Fungsi Kepala Sekolah  dengan kenyataan dan praktik yang terjadi di Sekolah, serta untuk menambah pengetahuan dan memperluas wawasan.

Manfaat hasil penelitian ini akan memberikan manfaat untuk peningkatan  kualitas pendidikan dan pembelajaran , bagi perorangan dan institusi dibawah ini :

 

Bagi Siswa                  :

  • Aktivitas belajar siswa lebih meningkat
  • Hasil belajar siswa meningkat

 

 

Bagi Guru                  :

  • Membuka wawasan baru dan mengetahui strategi pembuatan RPP ( rencana pelaksanaan pembelajaran )
  • Menumbuhkan budaya perencanaan dengan pembuatan RPP ( rencana pelaksanaan pembelajaran )

 

Bagi Kepala Sekolah :

  • Dengan  Supervisi Akademik akan  Menambah wawasan pengetahuan bagi Kepala Sekolah dan guru dalam pembuatan RPP ( rencana pelaksanaan pembelajaran ) dan signifikan terhadap peningkatan Kinerja guru

 

Bagi Sekolah              :

Ä   Dengan penelitian secara berkesinambungan akan diperoleh manfaat sebagai Inovasi pembelajaran dan peningkatan kualitas pendidikan di Sekolah .

 

 

 

BAB II.

KAJIAN PUSTAKA

 

  1. A.    Kajian Teori Dan Hasil Penelitian Yang Relevan.

a.1. Supervisi Akademik.

SDN 3 LEBAKTIPAR dalam pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran masih mengunakan yang didapat dari beli atau copy paste dari produk yang sudah ada, ini karena latar belakang pendidikan,dan kurangnya diklat atau pelatihan tentang hal itu.

Supervisi akademik yang dilakukan kepala sekolah/madrasah antara lain adalah sebagai berikut.

  1. Memahami konsep, prinsip, teori dasar, karakteristik, dan kecenderungan perkembangan tiap bidang pengembangan pembelajaran kreatif, inovatif, pemecahan masalah, berpikir kritis dan naluri kewirausahaan
  2. Membimbing guru dalam menyusun silabus tiap bidang pengembangan di sekolah/madrasah atau mata pelajaran di sekolah/madrasah berlandaskan standar isi, standar kompetensi dan kompetensi dasar, dan prinsip-prinsip pengembangan KTSP.
  3. Membimbing guru dalam memilih dan menggunakan strategi/ metode/teknik pembelajaran/bimbingan yang dapat mengembangkan berbagai potensi siswa.
  4. Membimbing guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran/ bimbingan (di kelas, laboratorium, dan/atau di lapangan) untuk mengembangkan potensi siswa.
  5. Membimbing guru dalam mengelola, merawat, mengembangkan dan menggunakan media pendidikan dan fasilitas pembelajaran.
  6. Memotivasi guru untuk memanfaatkan teknologi informasi untuk pembelajaran.

Kompetensi supervisi akademik intinya adalah membina guru dalam meningkatkan mutu proses pembelajaran. Sasaran supervisi akademik adalah guru dalam melaksanakan pro­ses pembelajaran, yang terdiri dari materi pokok dalam proses pembelajaran, penyusunan silabus dan RPP, pemilihan strategi/metode/teknik pembelajaran, penggunaan media dan teknologi informasi dalam pembelajaran, menilai proses dan hasil pembelajaran serta penelitian tindakan kelas. Oleh karena itu, pelatihan ini  bertujuan untuk meningkatkan kompetensi supervisi akademik yang meliputi

(1) Memahami konsep supervisi akademik;

(2) membuat rencana program supervisi akademik;

(3) menerapkan teknik-teknik supervisi akademik;

(4) menerapkan supervisi klinis;

(5) Melaksanakan tindak lanjut supervisi akademik.

Maka dengan  supervisi akademik ini dapat  membina guru dalam meningkatkan mutu proses pembelajaran. Sasaran supervisi akademik adalah guru dalam melaksanakan pro­ses pembelajaran, yang terdiri dari materi pokok dalam proses pembelajaran, terutama Rencana Pelaksanaan Pembelajaran.

a.2. Pengertian Hasil belajar

Hasil belajar siswa akan diperoleh apabila kegiatan proses belajar mengajar telah berakhir. Menurut Dimyati (1993:3), menyatakan bahwa hasil belajar merupakan hasil dari suatu interaksi tindak belajar dan tindak mengajar. Dari sisi guru tidak mengajar diakhiri dengan proses evaluasi hasil belajar, sedangkan dari sisi siswa, hasil belajar merupakan puncak dari proses belajar.

Sedangkan menurut Alhamdi (1994:35), bahwa hasil belajar adalah hasil yang dicapai dalam suatu usaha. Dalam hal ini usaha hasil belajar berupa perwujudan prestasi belajar siswa yang dapat dilihat pada nilai setiap mengikuti tes atau evaluasi. Untuk memperoleh hasil yang baik, harus ada upaya belajar dan kemauan keras bagi siswa, sedangkan bagi guru harus ada upaya untuk menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif dan efektif.

 

  1. B.     Usulan Usulan Tentang Penyelesaian Masalah / Menghadapi Tantangan / Melakukan Inovasi

Rencana pemecahan masalah ini akan dilakukan dengan Supervisi akademik berkesinambungan dengan membandingkan rencana pelaksanaan pembelajaran dengan pelaksanaan pembelajaran.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III. 

METODE PENELITIAN

  1. A.       Pentahapan Penelitian tindakan

 

NO

URAIAN

OKTOBER

NOVEMBER

MINGGU KE

1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

1

Penyusunan Proposal V V                

2

Penyusunan Instrument   V                

3

Pengumpulan data     V              

4

Pelaksanaan Tindakan       V V V V V V  

5

Analisis data             V   V  

6

Penyusunan laporan                 V V

7

Penyajian laporan                   V

 

  1. B.     Lokasi Dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di SDN 3 LEBAKTIPAR Kecamatan Cilograng kabupaten Lebak Provinsi Banten . dilaksanakan selama 2 bulan terhitung dari minggu ke 1 bulan oktober sampai dengan minggu ke 5 Bulan November 2010.

  1. C.    Subyek penelitian

Subjek penelitian dari penelitian ini adalah guru SDN 3 LEBAKTIPAR berkolaborasi dengan kepala Sekolah dan Pengawas.

  1. D.    Tindakan

Penelitian ini merupakan penelitian Penelitian Tindakan Sekolah ( PTS ) , ada pun tahap-tahap yang akan dilakukan dalam penelitian PTK ini menggunakan model yang dikembangkan oleh Kurt Lewin. Model Kurt Lewin seperti disebutkan dalam Dikdasmen ( h.18,2003 ) bahwa tahap tahap tersebut atau biasa disebut siklus ( Putaran ) terdiri dari empat komponen yang meliputi :

  1. Perencanaan ( Planning )
  2. Aksi / tindakan ( Acting )
  3. Observasi ( Observing )
  4. Refleksi ( Reflecting)
    1. E.     Teknik Pengumpulan data
      1. a.             Data

Sumber data penelitian ini adalah guru , sedangkan jenis data yang didapatkan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif dan data kualitatif yang meliputi :

  • Data Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan hasil Siswa setelah siklus I , II
  • Hasil observasi terhadap proses pelaksanaan pembelajaran

 

  1. b.                  Teknik Pengumpulan data

Data dikumpulkan melalui observasi, catatan harian, tes kemampuan

  1. b.                  1.   Observasi

Observasi dilakukan untuk mengamati aktifitas Guru  selama pembelajaran berlangsung. Didalam observasi diantaranya akan melihat peningkatan proses pembelajaran yang meliputi : peningkatan frekuensi dan atau kualitas pertanyaan siswa kepada guru maupun sesama temannya selama interaksi belajar mengajar, adanya peningkatan kerjasama dalam melaksanakan tugas, keberanian siswa dalam memberikan jawaban pertanyaan yang diajukan oleh guru.

Dalam peningkatan Aktifitas hasil Belajar siswa  guru mengamati : perasaan keingintahuan, perasaan puas dan tidak puas, peningkatan jumlah, jenis dan atau  mutu produk belajar yang dihasilkan siswa.

Membandingkan dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dari guru tersebut.

  1. b.                  2.  Data Tes Kemampuan

Data ini merupakan data kuantitatif, yang diambil setiap siklus. Tes formatif diberikan setiap berakhirnya siklus, hal ini supaya setiap berakhirnya pelaksanaan siklus dapat diketahui kemajuan dan perkembangan yang didapat oleh siswa dengan Penggunaan Supervisi Akademik .dan hasilnya diharapkan dapat menjadi acuan, pertimbangan, bahan refleksi, untuk merencanakan pelaksanaan siklus berikutnya.

 

 

 

  1. F.     Teknik Analisis Data

1.  Data Observasi.

Data ini diambil melalui pengamatan yang dilakukan oleh peneliti sebagai orang yang terlibat aktif dalam pelaksanaan tindakan dan dibantu oleh partner sebagai observer . Adapun kegiatan siswa yang diamati setiap lima menit sekali dengan tanda checklist , diolah dengan menggunakan rumus :

A  X 100 %

B

Dimana  : A  adalah Frekuensi aktivitas yang teramati

B  adalah frekuensi semua aktivitas pada lembar

observasi.

2.  Data Jurnal Harian

Menyimpulkan kejadian selama penelitian berlangsung.

3.  Data Tes Kemampuan

  • Menentukan nilai dengan pemberian nilai skala 100
  • Instrumen APKG 1 dan APKG 2

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB. IV

SIKLUS TINDAKAN

Langkah-langkah PTS yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Langkah-langkah PTS seperti Gambar 1 berikut Catatan: Pengamatan dilanjutkan Evaluasi.

Pelaksanaan

Refleksi

Perencanaan

Pelaksanaan

Pengamatan  

Dan Evaluasi

Refleksi

Perencanaan

SIKLUS I

SIKLUS II

?

Pengamatan dan Evaluasi

Gambar 1. Langkah-langkah PTS

 

Siklus PTS meliputi empat langkah yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan evaluasi, serta refleksi. Masing-masing langkah dijelaskan sebagai berikut.

 

Siklus  I

Perencanaan

Identifikasi masalah dan penetapan    alternative  pemecahan  masalah

  • Merencanakan penelitian dengan menggunakan Supervisi Akademik
  • Mengembangkan RPP
  • Menyusun bahan ajar
  • Mengembangkan format APKG 1 dan APKG 2
Tindakan
  • Menerapkan tindakan mengacu pada Supervisi Akademik   yang telah disiapkan
  • Melakukan penilaian kemampuan guru dalam pembuatan RPP
  • Melakukan penilaian kemampuan guru dalam strategi pembelajaran
Pengamatan
  • Melakukan observasi dengan meng- gunakan format observasi
Refleksi
  • Melakukan evaluasi tindakan yang telah dilakukan yang meliputi evaluasi mutu, jumlah, dan waktu dari tindakan yang telah dilakukan
  • Melakukan pertemuan untuk membahas hasil penilaian  hasil APKG 1 dan APKG 2
  • Memperbaiki  tindakan sesuai hasil evaluasi untuk digunakan pada siklus berikutnya
  • Evaluasi tindakan I
Indikator keberhasilan siklus I
  • Instrumen-instrumen yang telah disiap- kan pada siklus I dapat terlaksana semua
  • Guru  mampu membuat RPP dengan Supervisi Akademik
  • Hampir ≥ 60 % Guru mendapatkan nilai ≥ 60 pada tes APKG 1, dan berdasarkan APKG 2  hampir ≥60 %
  • Hampir ≥ 60 % siswa mendapatkan nilai ≥ 60

Siklus  II

Perencanaan
  • Identifikasi masalah dan penetapan alternative pemecahan masalah
  • Pengembangan program tindakan II
Tindakan
  • Pelaksanaan program tindakan II
Pengamatan
  • Pengumpulan data tindakan II
Refleksi
  • Evaluasi tindakan II
Indikator keberhasilan siklus II
  • Instrumen-instrumen yang telah disiapkan pada siklus II dapat terlaksana semua
  • Guru mampu melaksanakan tugas yang diberikan dan dapat menerapkan dalam pembuatan RPP
  • Guru mampu belajar dengan menggunakan Supervisi Akademik
  • Hasil yang di capai  hampir ≥ 70 % siswa mendapatkan nilai ≥ 60 pada tes APKG 1, dan berdasarkan APKG 2 aktif hampir ≥ 85 %.
  • Dan  ≥ 60 % siswa mendapatkan nilai ≥ 70

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB V.

KESIMPULAN DAN SARAN

  1. Simpulan.

Kesimpulan yang dihasil kan dari proposal ini ternyata supervisi akademik sangat signifikan dalam meningkatkan kemampuan guru dalam pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

 

  1. Saran.

Supervisi akademik dapat menyelesaikan masalah jika dilaksanakan dengan kontinu , berkesinambungan  dan lebih kreatif lagi akan lebih dapat menyelesaikan masalah ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

PMPTK Kemendiknas (2010) Penelitian Tindakan Sekolah , materi pelatihan penguatan kepala sekolah .Jakarta, Direkorat Jendral Pendidikan Dasar Dan Menengah,Direktorat Tenaga Kependidikan.

PMPTK Kemendiknas (2010) Manajemen Berbasis Sekolah , materi pelatihan penguatan kepala sekolah .Jakarta, Direkorat Jendral Pendidikan Dasar Dan Menengah,Direktorat Tenaga Kependidikan.

PMPTK Kemendiknas (2010) Supervisi Akademik , materi pelatihan penguatan kepala sekolah .Jakarta, Direkorat Jendral Pendidikan Dasar Dan Menengah,Direktorat Tenaga Kependidikan.

PMPTK Kemendiknas (2010) Kepemimpinan Pembelajaran , materi pelatihan penguatan kepala sekolah .Jakarta, Direkorat Jendral Pendidikan Dasar Dan Menengah,Direktorat Tenaga Kependidikan.

PMPTK Kemendiknas (2010) Evaluasi Diri sekolah , materi pelatihan penguatan kepala sekolah .Jakarta, Direkorat Jendral Pendidikan Dasar Dan Menengah,Direktorat Tenaga Kependidikan.

PMPTK Kemendiknas (2010) Kewirausahaan , materi pelatihan penguatan kepala sekolah .Jakarta, Direkorat Jendral Pendidikan Dasar Dan Menengah,Direktorat Tenaga Kependidikan.

 

 

 

 

 

 


Penelitian Tindakan Sekolah

contoh sederhana Proposal

PENELITIAN TINDAKAN SEKOLAH

(PTS)

JUDUL

 

“OBSERVASI KELAS DAPAT MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM DI SDN 2 CILOGRANG KECAMATAN CILOGRANG KABUPATEN LEBAK”.

 

 

 

Oleh:

NAMA : SUPARMAN,S.Pd

NIP: 196506071987031008

KEPALA SDN 2 CILOGRANG

 

 

 

 


SEKOLAH DASAR NEGERI 2 CILOGRANG

UNIT PELAKSANA TEKNIS PENDIDIKAN

KECAMATAN CILOGRANG KABUPATEN LEBAK

BANTEN

2010

 

BAB I.  PENDAHULUAN

 

  1. A.                LATAR BELAKANG MASALAH

Dunia pendidikan saat ini sedang dihadapkan pada dua masalah besar, yaitu mutu pendidikan yang rendah dan sistem pembelajaran di sekolah yang kurang memadai. Dua hal tersebut sangat bertentangan dengan tuntutan era globalisasi yang ditandai dengan AFTA 2003 dan yang lebih khusus adalah dengan dikeluarkannya Peraturan Pemerintah Nomor 74 tentang Guru yang menuntut pendidikan agar memiliki pendidikan yang tanggap terhadap situasi persaingan global dan memiliki pendidikan untuk dapat membentuk pribadi yang mampu belajar seumur hidup.

Pendidikan merupakan sebuah sistem yang terbentuk dari berbagai subsistem yang sinergis dalam poses kegiatan untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Subsistem yang erat kaitannya dengan proses pendidikan adalah aktifitas yang harus dilakukan oleh seorang guru adalah mengajar, mendidik dan melatih.

Keberhasilan pendidikan sudah barang tentu harus dilandasi oleh keberhasilan proses pembelajaran. Kegiatan pembelajaan dapat dikatakan berhasil apabila siswa sebagai peserta didik dapat menguasai materi ajar yang sudah ditargetkan.

Demikian halnya dengan apa yang terjadi di SDN 2 Cilograng yang beralamat di kampung Cileungsir   Desa Cilograng  Kecamatan Cilograng kabupaten lebak yang termasuk desa terpencil,dengan mempunyai 4 orang PNS dan 4 orang Sukwan karena daerah ini termasuk kategori SD terpencil maka pada standar proses terutama pada pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran masih belum maksimal.

RPP ( Rencana pelaksanaan Pembelajaran ) adalah hal yang sangat penting dalam pelaksanaan pembelajaran karena tanpa rencana yang baik maka mustahil akan dihasilkan keluaran ( output ) yang baik.

Rendahnya Hasil siswa ini terutama pada mata pelajaran Ilmu pengetahuan Alam dialami pula oleh siswa dan siswi SDN 2 Cilograng Kecamatan Cilograng Kabupaten Lebak Provinsi Banten.Bahwa setiap ulangan harian yang telah dilaksanakan hanya sekitar 20 s/d 30 % saja siswa yang mendapat nilai diatas 60 ( ini sesuai dengan Standar Keberhasilan Belajar Minimal yang ditetapkan di SD 2 Cilograng ), dengan demikian ini menunjukan bahwa  70 % s/d 80 % saja siswa yang mengalami belajar yang belum tuntas atau masih dibawah nilai 60.

Belajar dikatakan tuntas dalam Kurikulum berbasis Kompetensi (KBK) bila siswa telah mencapai Aktifitas hasil Belajar atau nilai dengan skor ≥ 65 sedangkan berdasarkan aspek ketuntasan belajar secara klasikal ketuntasan belajar tercapai yaitu ≥ 85 % memperoleh skor ≥ 65 dari skor total dengan demikian jika dilihat dari ketuntasan belajarpun hasilnya masih rendah.

Alasan alasan yang melatarbelakangi rendahnya nilai Ilmu pengetahuan Alam  di SD 2 Cilograng Kecamatan Cilograng Kabupaten Lebak adalah :

  1. Belajar siswa belum bermakna ( Meaningfull Learning )
  2. Siswa masih belajar menghapal ( Rote Learning )
  3. Siswa masih takut bertanya karena guru lebih dominan menggunakan Metoda ceramah

Berdasarkan masalah inilah kemudian dilakukan penelitian tindakan sekolah ( PTS )

  1. IDENTIFIKASI MASALAH

Berdasarkan hal tersebut, ditemukan beberapa masalah yang terjadi dalam pembelajaran,  adalah sebagai-berikut  :

  1. Rendahnya tingkat penguasaan siswa terhadap materi pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam.
  2. Siswa tidak dapat menjawab pertanyaan dengan tepat
  3. Siswa tidak mau bertanya tentang hal yang kurang dipahami.
  4. Aktifitas siswa tidak aktif
  5. Hasil evaluasi tidak mencapai target yang diharapkan di bawah KKM
  6. Tenaga pendidik masih ada yang baru mengenyam tingkat SLTA.
    1. Lemahnya perencanaan ( terutama dalam pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran )
    2. Penguasaan guru terhadap pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran masih mengadopsi dari produk orang lain
    3. Hanya sekitar 20 % saja dari guru yang ada yang melengkapi RPP nya dengan Soal, Kunci jawaban dan pedoman penskoran ( dalam CD , Soft Copy yang diedarkan rata rata tidak ada hal tersebut )
  1. C.    PEMBATASAN  MASALAH

Melihat identifikasi masalah  yang melatarbelakangi rendahnya Hasil siswa adalah belajarnya belum bermakna dan masalah tersebut dapat di jelaskan secara umum adalah sebagai berikut :Belajar siswa belum bermakna ( Meaningfull Learning ),Siswa masih belajar menghapal ( Rote Learning ) .

Dan pembatasan masalah adalah dengan kurang mampunya guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( RPP ) , maka dilaksanakan supervise Akademik yang berkelanjutan dan terprogram untuk peningkatan hasil Belajar mata pelajaran Ilmu Pengetahuan alam.

  1. PERUMUSAN DAN PEMECAHAN MASALAH

Berdasarkan latarbelakang masalah pada bagian pendahuluan diatas maka perumusan masalah nya adalah :

  1. Apakah Observasi Kelas   Dapat Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SDN 2 Cilograng Kecamatan Cilograng ?
  2. Bagaimana Observasi Kelas   Dapat Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SDN 2 Cilograng Kecamatan Cilograng ?
  3. Sejauhmana Observasi Kelas   Dapat Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SDN 2 Cilograng Kecamatan Cilograng ??
  1. E.                 TUJUAN  PENELITIAN

Berdasarkan permasalahan diatas, maka tujuan penelitian tindakan ini adalah sebagai berikut :

  1. Mengetahui Apakah Observasi Kelas   Dapat Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SDN 2 Cilograng Kecamatan Cilograng ?
  2. Mengetahui Bagaimana Observasi Kelas   Dapat Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SDN 2 Cilograng Kecamatan Cilograng ?
  3. Mengetahui Sejauhmana Observasi Kelas   Dapat Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SDN 2 Cilograng Kecamatan Cilograng ?
  1. F.                 MANFAAT PENELITIAN

Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat berguna dan bermanfaat bagi berbagai pihak, bagi Sekolah kegunaan penelitian ini adalah untuk memberikan masukan dian menjadi bahan pertimbangan Sekolah untuk memperbaiki dan mengembangkan pelaksanaan pembelajaran di dalam manajemen Sekolah. Bagi penulis, diharapkan dengan melakukan penelitian ini dapat mengetahui perbandingan Tugas Fungsi Kepala Sekolah  dengan kenyataan dan praktik yang terjadi di Sekolah, serta untuk menambah pengetahuan dan memperluas wawasan.

Manfaat hasil penelitian ini akan memberikan manfaat untuk peningkatan  kualitas pendidikan dan pembelajaran , bagi perorangan dan institusi dibawah ini :

Bagi Siswa                  :

  • Aktivitas belajar siswa lebih meningkat
  • Hasil belajar siswa meningkat

Bagi Guru                  :

  • Membuka wawasan baru dan mengetahui strategi pembuatan RPP ( rencana pelaksanaan pembelajaran )
  • Menumbuhkan budaya perencanaan dengan pembuatan RPP ( rencana pelaksanaan pembelajaran )

Bagi Kepala Sekolah :

  • Dengan  Observasi Kelas akan  Menambah wawasan pengetahuan bagi Kepala Sekolah dan guru dalam pembuatan RPP ( rencana pelaksanaan pembelajaran ) dan signifikan terhadap peningkatan Hasil belajar siswa

Bagi Sekolah              :

Ä   Dengan penelitian secara berkesinambungan akan diperoleh manfaat sebagai Inovasi pembelajaran dan peningkatan kualitas pendidikan di Sekolah .

BAB II. KAJIAN PUSTAKA

 

  1. A.    Kajian Teori Dan Hasil Penelitian Yang Relevan.

a.1. Observasi Kelas.

SDN 2 Cilograng dalam pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran masih mengunakan yang didapat dari beli atau copy paste dari produk yang sudah ada, ini karena latar belakang pendidikan,dan kurangnya diklat atau pelatihan tentang hal itu.

Observasi Kelas yang dilakukan kepala sekolah/madrasah antara lain adalah sebagai berikut.

  1. Memahami konsep, prinsip, teori dasar, karakteristik, dan kecenderungan perkembangan tiap bidang pengembangan pembelajaran kreatif, inovatif, pemecahan masalah, berpikir kritis dan naluri kewirausahaan
  2. Membimbing guru dalam menyusun silabus tiap bidang pengembangan di sekolah/madrasah atau mata pelajaran di sekolah/madrasah berlandaskan standar isi, standar kompetensi dan kompetensi dasar, dan prinsip-prinsip pengembangan KTSP.
  3. Membimbing guru dalam memilih dan menggunakan strategi/ metode/teknik pembelajaran/bimbingan yang dapat mengembangkan berbagai potensi siswa.
  4. Membimbing guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran/ bimbingan (di kelas, laboratorium, dan/atau di lapangan) untuk mengembangkan potensi siswa.
  5. Membimbing guru dalam mengelola, merawat, mengembangkan dan menggunakan media pendidikan dan fasilitas pembelajaran.
  6. Memotivasi guru untuk memanfaatkan teknologi informasi untuk pembelajaran.

Kompetensi Observasi Kelas intinya adalah membina guru dalam meningkatkan mutu proses pembelajaran. Sasaran Observasi Kelas adalah guru dalam melaksanakan pro­ses pembelajaran, yang terdiri dari materi pokok dalam proses pembelajaran, penyusunan silabus dan RPP, pemilihan strategi/metode/teknik pembelajaran, penggunaan media dan teknologi informasi dalam pembelajaran, menilai proses dan hasil pembelajaran serta penelitian tindakan kelas. Oleh karena itu, pelatihan ini  bertujuan untuk meningkatkan kompetensi Observasi Kelas yang meliputi (1) Memahami konsep Observasi Kelas; (2) membuat rencana program Observasi Kelas; (3) menerapkan teknik-teknik Observasi Kelas; (4) menerapkan supervisi klinis; (5) Melaksanakan tindak lanjut Observasi Kelas.

Maka dengan  Observasi Kelas ini dapat  membina guru dalam meningkatkan mutu proses pembelajaran. Sasaran Observasi Kelas adalah guru dalam melaksanakan pro­ses pembelajaran, yang terdiri dari materi pokok dalam proses pembelajaran, terutama Rencana Pelaksanaan Pembelajaran.

a.2. Pengertian Hasil belajar

Hasil belajar siswa akan diperoleh apabila kegiatan proses belajar mengajar telah berakhir. Menurut Dimyati (1993:3), menyatakan bahwa hasil belajar merupakan hasil dari suatu interaksi tindak belajar dan tindak mengajar. Dari sisi guru tidak mengajar diakhiri dengan proses evaluasi hasil belajar, sedangkan dari sisi siswa, hasil belajar merupakan puncak dari proses belajar.

Sedangkan menurut Alhamdi (1994:35), bahwa hasil belajar adalah hasil yang dicapai dalam suatu usaha. Dalam hal ini usaha hasil belajar berupa perwujudan prestasi belajar siswa yang dapat dilihat pada nilai setiap mengikuti tes atau evaluasi. Untuk memperoleh hasil yang baik, harus ada upaya belajar dan kemauan keras bagi siswa, sedangkan bagi guru harus ada upaya untuk menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif dan efektif.

  1. B.     Usulan Usulan Tentang Penyelesaian Masalah / Menghadapi Tantangan / Melakukan Inovasi

Rencana pemecahan masalah ini akan dilakukan dengan Observasi Kelas berkesinambungan dengan membandingkan RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN dengan pelaksanaan Pembelajaran.

BAB III.  METODE PENELITIAN

  1. A.       Pentahapan Penelitian tindakan

 

NO

URAIAN

OKTOBER-NOVEMBER

MINGGU KE

II III IV I II

1

Penyusunan Proposal V        

2

Penyusunan Instrument   V      

3

Pengumpulan data   V V    

4

Analisis data       V  

5

Penyusunan laporan         V

6

Penyajian laporan         V

 

  1. B.     Lokasi Dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di SDN 2 Cilograng Kecamatan Cilograng kabupaten Lebak Provinsi Banten . dilaksanakan selama 1 bulan terhitung dari minggu ke 2 bulan oktober sampai dengan minggu ke 2 Bulan November 2010.

  1. C.    Subyek penelitian

Subjek penelitian dari penelitian ini adalah guru SDN 2 Cilograng berkolaborasi dengan kepala Sekolah dan Pengawas.

  1. D.    Tindakan

Penelitian ini merupakan penelitian Penelitian Tindakan Sekolah ( PTS ) , ada pun tahap-tahap yang akan dilakukan dalam penelitian PTK ini menggunakan model yang dikembangkan oleh Kurt Lewin. Model Kurt Lewin seperti disebutkan dalam Dikdasmen ( h.18,2003 ) bahwa tahap tahap tersebut atau biasa disebut siklus ( Putaran ) terdiri dari empat komponen yang meliputi :

  1. Perencanaan ( Planning )
  2. Aksi / tindakan ( Acting )
  3. Observasi ( Observing )
  4. Refleksi ( Reflecting)
    1. E.     Teknik Pengumpulan data
      1. a.             Data

Sumber data penelitian ini adalah guru , sedangkan jenis data yang didapatkan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif dan data kualitatif yang meliputi :

  • Data Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan hasil Siswa setelah siklus I , II
  • Hasil observasi terhadap proses pelaksanaan pembelajaran
  1. b.                  Teknik Pengumpulan data

Data dikumpulkan melalui observasi, catatan harian, tes kemampuan

  1. b.                  1.   Observasi

Observasi dilakukan untuk mengamati aktifitas Guru  selama pembelajaran berlangsung. Didalam observasi diantaranya akan melihat peningkatan proses pembelajaran yang meliputi : peningkatan frekuensi dan atau kualitas pertanyaan siswa kepada guru maupun sesama temannya selama interaksi belajar mengajar, adanya peningkatan kerjasama dalam melaksanakan tugas, keberanian siswa dalam memberikan jawaban pertanyaan yang diajukan oleh guru.

Dalam peningkatan Aktifitas hasil Belajar siswa  guru mengamati : perasaan keingintahuan, perasaan puas dan tidak puas, peningkatan jumlah, jenis dan atau  mutu produk belajar yang dihasilkan siswa.

Membandingkan dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dari guru tersebut.

  1. b.                  2.  Data Tes Kemampuan

Data ini merupakan data kuantitatif, yang diambil setiap siklus. Tes formatif diberikan setiap berakhirnya siklus, hal ini supaya setiap berakhirnya pelaksanaan siklus dapat diketahui kemajuan dan perkembangan yang didapat oleh siswa dengan Penggunaan Observasi Kelas .dan hasilnya diharapkan dapat menjadi acuan, pertimbangan, bahan refleksi, untuk merencanakan pelaksanaan siklus berikutnya.

  1. F.     Teknik Analisis Data

1.  Data Observasi.

Data ini diambil melalui pengamatan yang dilakukan oleh peneliti sebagai orang yang terlibat aktif dalam pelaksanaan tindakan dan dibantu oleh partner sebagai observer . Adapun kegiatan siswa yang diamati setiap lima menit sekali dengan tanda checklist , diolah dengan menggunakan rumus :

A  X 100 %

B

Dimana  : A  adalah Frekuensi aktivitas yang teramati

B  adalah frekuensi semua aktivitas pada lembar

observasi.

2.  Data Jurnal Harian

Menyimpulkan kejadian selama penelitian berlangsung.

3.  Data Tes Kemampuan

  • Menentukan nilai dengan pemberian nilai skala 100
  • Instrumen Observasi Kelas

BAB. IV SIKLUS TINDAKAN

Langkah-langkah PTS yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Langkah-langkah PTS seperti Gambar 1 berikut Catatan: Pengamatan dilanjutkan Evaluasi.

Pelaksanaan

Refleksi

Perencanaan

Pelaksanaan

Pengamatan  

Dan Evaluasi

Refleksi

Perencanaan

SIKLUS I

SIKLUS II

?

Pengamatan dan Evaluasi

Gambar 1. Langkah-langkah PTS

Siklus PTS meliputi empat langkah yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan evaluasi, serta refleksi. Masing-masing langkah dijelaskan sebagai berikut.

Siklus  I

Perencanaan

Identifikasi masalah dan penetapan    alternative  pemecahan  masalah

  • Merencanakan penelitian dengan menggunakan Observasi Kelas
  • Mengembangkan RPP
  • Menyusun bahan ajar
  • Mengembangkan format Instrument Observasi Kelas

Tindakan

  • Menerapkan tindakan mengacu pada Observasi Kelas   yang telah disiapkan
  • Melakukan penilaian kemampuan guru dalam pembuatan RPP
  • Melakukan penilaian kemampuan guru dalam strategi pembelajaran

Pengamatan

  • Melakukan observasi dengan meng- gunakan format observasi

Refleksi

  • Melakukan evaluasi tindakan yang telah dilakukan yang meliputi evaluasi mutu, jumlah, dan waktu dari tindakan yang telah dilakukan
  • Melakukan pertemuan untuk membahas hasil penilaian  hasil Observasi Kelas
  • Memperbaiki  tindakan sesuai hasil evaluasi untuk digunakan pada siklus berikutnya
  • Evaluasi tindakan I

Indikator keberhasilan siklus I

  • Instrumen-instrumen yang telah disiap- kan pada siklus I dapat terlaksana semua
  • Guru  mampu membuat RPP dengan Observasi Kelas
  • Hampir ≥ 60 % Guru mendapatkan nilai ≥ 60 pada tes APKG 1, dan berdasarkan APKG 2  hampir ≥60 %
  • Hampir ≥ 60 % siswa mendapatkan nilai ≥ 60

Siklus  II

Perencanaan

  • Identifikasi masalah dan penetapan alternative pemecahan masalah
  • Pengembangan program tindakan II

Tindakan

  • Pelaksanaan program tindakan II

Pengamatan

  • Pengumpulan data tindakan II

Refleksi

  • Evaluasi tindakan II

Indikator keberhasilan siklus II

  • Instrumen-instrumen yang telah disiapkan pada siklus II dapat terlaksana semua
  • Guru mampu melaksanakan tugas yang diberikan dan dapat menerapkan dalam pembuatan RPP
  • Guru mampu belajar dengan menggunakan Observasi Kelas
  • Hasil yang di capai  hampir ≥ 70 % siswa mendapatkan nilai ≥ 60 pada tes APKG 1, dan berdasarkan APKG 2 aktif hampir ≥ 85 %.
  • Dan  ≥ 60 % siswa mendapatkan nilai ≥ 70

 

BAB V.  KESIMPULAN DAN SARAN

  1. Simpulan.

Kesimpulan yang dihasil kan dari proposal ini ternyata Observasi Kelas sangat signifikan dalam meningkatkan kemampuan guru dalam pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

  1. Saran.

Observasi Kelas dapat menyelesaikan masalah jika dilaksanakan dengan kontinu , berkesinambungan  dan lebih kreatif lagi akan lebih dapat menyelesaikan masalah ini.

DAFTAR PUSTAKA

PMPTK Kemendiknas (2010) Penelitian Tindakan Sekolah , materi pelatihan penguatan kepala sekolah .Jakarta, Direkorat Jendral Pendidikan Dasar Dan Menengah,Direktorat Tenaga Kependidikan.

PMPTK Kemendiknas (2010) Manajemen Berbasis Sekolah , materi pelatihan penguatan kepala sekolah .Jakarta, Direkorat Jendral Pendidikan Dasar Dan Menengah,Direktorat Tenaga Kependidikan.

PMPTK Kemendiknas (2010) Observasi Kelas , materi pelatihan penguatan kepala sekolah .Jakarta, Direkorat Jendral Pendidikan Dasar Dan Menengah,Direktorat Tenaga Kependidikan.

PMPTK Kemendiknas (2010) Kepemimpinan Pembelajaran , materi pelatihan penguatan kepala sekolah .Jakarta, Direkorat Jendral Pendidikan Dasar Dan Menengah,Direktorat Tenaga Kependidikan.

PMPTK Kemendiknas (2010) Evaluasi Diri sekolah , materi pelatihan penguatan kepala sekolah .Jakarta, Direkorat Jendral Pendidikan Dasar Dan Menengah,Direktorat Tenaga Kependidikan.

PMPTK Kemendiknas (2010) Kewirausahaan , materi pelatihan penguatan kepala sekolah .Jakarta, Direkorat Jendral Pendidikan Dasar Dan Menengah,Direktorat Tenaga Kependidikan.


Program Kerja Pengawas Sekolah

PROGRAM KERJA

PENGAWAS TK / SD WILAYAH BINA II CILOGRANG

TAHUN 2009 / 2010

 

Nama      CECE AHMAD FATUROHMAN,S.IP,M.MPd
NIP         196304221983051001
Tempat Bekerja UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS PENDIDIKAN KECAMATAN CILOGRANG

 

NAMA SEKOLAH BINAAN :

  1. 1.      SDN 01 GUNUNGBATU
  2. 2.      SDN 01 CILOGRANG
  3. 3.      SDN 02 CILOGRANG
  4. 4.      SDN 01 PASIRBUNGUR
  5. 5.      SDN 03 PASIRBUNGUR
  6. 6.      SDN 05 PASIRBUNGUR
  7. 7.      SDN  02 CIKAMUNDING
  8. 8.      SDN 02 GIRIMUKTI
  9. 9.      SDN 01 CIJENGKOL

 

 

 

BAB. I  PENDAHULUAN

 

A. Latar Belakang   

Kemajuan jaman, ilmu pengetahuan dan teknologi telah menjadi isu pokok dalam pembangunan negara. Bahkan sekarang ini isu pendidikan telah menjadi isu politik yang cukup menarik untuk ditawarkan ke masyarakat menjelang penyelenggaraan Pemilu di tahun ini. Masalah klasik pendidikan yang selalu menjadi perhatian dari tahun ke tahun di antaranya adalah : (1) Mutu pendidikan; (2) Perluasan kesempatan pendidikan; (3) Relevansi pendidikan dengan kebutuhan masyarakat; (4) Efisiensi manajemen.

Dalam kaitannya dengan kepengawasan sekolah maka masalah mutu menjadi masalah yang relevan sekali untuk dibahas. Mutu pendidikan sering diartikan sebagai – jasa pendidikan yang sesuai dengan kriteria tertentu dalam rangka memenuhi kepuasan pelanggan, yang dalam hal ini adalah peserta didik, orang tua, serta pihak-pihak berkepentingan lainnya. Masalah mutu pendidikan menjadi hal yang serius karena ternyata pelanggan pendidikan seringkali belum puas dengan layanan yang diberikan oleh sebuah lembaga pendidikan, hal ini dikarenakan dari segi pelayanan masih di bawah pelayanan minimal, terjadinya in-efisiensi pemanfaatan sumber daya, adanya kegiatan yang kontraproduktif yang pada ujungnya mengakibatkan tidak tercapainya tujuan pendidikan nasional. Untuk itulah diperlukan suatu pengawasan supaya sebuah lembaga pendidikan yang dalam hal ini sekolah, dapat melayani pelanggan pendidikan sesuai kriteria yang telah ditentukan sehingga pada akhirnya dapat memenuhi dan memuaskan kebutuhan pelanggan sekaligus menjamin tercapainya tujuan pendidikan nasional.

Menurut Kepmen. PAN no. 118 tahun 1996 tentang jabatan fungsional pengawas sekolah dan angka kreditnya maka yang dimaksud dengan pengawas sekolah adalah pegawai negeri sipil yang diberi tugas, tanggung jawab dan wewenang secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan pengawasan pendidikan di sekolah dengan melaksanakan penilaian dan pembinaan dari segi teknis pendidikan dan administrasi pada satuan pendidikan pra sekolah, sekolah dasar dan sekolah menengah. Berdasarkan  Kep. MENPAN No. 118 tahun 1996 Pasal 2, tugas pokok pengawas adalah  menilai dan membina penyelenggaraan pendidikan pada sekolah tertentu baik negeri maupun swasta yang menjadi tanggung jawabnya. Tugas menilai dan membina bukanlah tugas yang ringan, yang sekedar datang berkunjung ke sekolah untuk berbincang-bincang sejenak dan setelah itu pulang tanpa ada tidak lanjutnya. Tugas menilai dan membina membutuhkan kemampuan dalam hal kecermatan melihat kondisi sekolah, ketajaman analisis dan sintesis, ketepatan memberikan treatment yang diperlukan serta komunikasi yang baik antara pengawas sekolah dengan setiap individu di sekolah. Arti pembinaan sendiri adalah memberikan arahan, bimbingan, contoh dan saran dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah, untuk itu diperlukan keteladanan dari pihak pengawas sekolah dalam melaksanakan tugasnya. Dengan kemampuan-kemampuan tersebut diharapkan pengawas sekolah dapat menjadi partner kerja yang serasi dengan pihak sekolah dalam memajukan sekolahnya, bukan menjadi seorang “pengawas” yang menakut-nakuti pihak sekolah.

Mengingat beratnya tugas kepengawasan tersebut maka sudah menjadi suatu keharusan bahwa pengawas sekolah harus menjadi seorang yang profesional dalam bidangnya, dan untuk mencapainya diperlukan upaya untuk meningkatkan profesionalisme pengawas ini. Selain berbagai alasan pentingnya peningkatan profesionalisme pengawas sekolah seperti di atas maka peningkatan profesionalisme pengawas sekolah juga harus dilakukan untuk menjawab tantangan dunia pendidikan yang semakin komplek, serta untuk lebih mengarahkan sekolah ke arah pencapaian tujuan pendidikan nasional secara efisien. Dalam rangka peningkatan profesionalisme ini maka diperlukan standarisasi kompetensi pengawas sekolah sebagai jaminan kesamaan penguasaan kompetensi yang diperlukan dalam hal pengawasan sekolah sehingga sekolah dapat lebih dilayani dan dibina secara efektif, efisien dan produktif.

 

B. Landasan (Dasar Hukum)

Sesuai Pasal 39 dan 41 UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pengawas sekolah merupakan jabatan strategis dalam penyelenggaraan pendidikan nasional. Pengawas yang merupakan tenaga kependidikan—mempunyai tugas pokok menilai dan membina penyelenggaraan pendidikan pada sejumlah sekolah yang menjadi tanggungjawabnya.

Dengan demikian, pengawas sekolah sebenarnya berfungsi sebagai penjamin terwujudnya proses pembelajaran di sekolah.

Lebih tegasnya pengawas sekolah memiliki tugas dan fungsi yang sangat menentukan dalam pengendalian mutu, kontrol proses dan evaluasi kinerja guru.Untuk  itulah seorang pengawas dituntut memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi yang utuh dan komprehensif ini sesuai Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor. 12 tahun 2007 tentang Standar Pengawas Sekolah/Madrasah.

Untuk lebih lengkapnya maka dasar legalitas pengawas dalam Program Tahun 2009 / 2010 bagi Wilayah Bina II UPT Kecamatan Cilograng  adalah :

a)      PP No 16 tahun 1994 tentang jabatan Fungsional Pegawai Negeri sipil

b)      Keputusan Menpan No.118/1996 tentang jabatan fungsional Pengawas Sekolah dan angka kreditnya.

c)      Keputusan Bersama Mendikbud dan Kepala BAKN No.0322/0/1996 dan No.38 tahun 1996 tentang Petunjuk Pelaksanaan jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya.

d)     Keputusan Mendikbud No.020/U/1998 tentang petunjuk teknis Pelaksanaan jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya.

 

 

 

C. Visi, Misi dan Strategi

 

Untuk menjamin keterlaksanaan tugas pokok dan fungsi pengawas maka ditetapkan Visi, Misi dan strategi sebagaiberikut ;

VISI

Mewujudkan mutu pendidikan sesuai dengan standar kompetensi yang telah ditetapkan disertai dengan penguasaan Iptek dan pengamalan Imtaq

MISI

 

-    Meningkatkan pembinaan pendidikan pra sekolah (PAUD) serta wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun.

-    Melaksanakan manajemen berbasis sekolah dengan memberdayakan Komite Sekolah dan Masyarakat.

-    Meningkatkan pelayanan bagi aparatur pendidikan dan masyarakat luar sekolah.

-    Membantu pengadaan sarana dan prasarana sekolah .

-    Memberikan layanan khususbagi anak-anak keluarga miskin melalui bea siswa dan donatur lainnya.

-    Memberikan kesempatan belajar di jalur luar sekolah.

-    Membekali aparatur pendidikan dan siswa dengan pengetahuan dan keterampilan komputer.

-    Pelayanan administrasi dan informasi melalui jaringan internet.

-    Meningkatkan kinerja pengawas sekolah guna ketertiban penyelesaian pendidikan setiap satuan kerja sekolah dasar.

 

STRATEGI :

  • Tertib administrasi
  • Disiplin waktu
  • Selalu bersikap melayani
  • Hubungan serasi vertical dan horisontal

 

D. Ruang Lingkup Pengawasan (Pembinaan, Pemantauan, Penilaian)

 

Pengawas sekolah adalah pegawai negeri sipil yang  diberi tugas , tanggungjawab dan  wewenang secara penuh oleh pejabat yang  melakukan pengawasan pendidikan  sekolah dengan melaksanakan penilaian & pembinaan teknis pendidikan dan  administrasi  pada satuan pendidikan

Pembinaan dalam arti luas :  melakukan penilaian prestasi kerja bagi pemangku jabatan fungsional ,  mengendalikan kualitas/mutu profesionalitas melalui pengendalian norma penilaian prestasi kerja baik sebagai  pemangku jabatan fungsional  maupun tim penilai.

ASPEK

PENGAWASAN AKADEMIK ( TEKNIS PENDIDIKAN/PEMBELAJARAN) 70%

PENGAWASAN MANAJERIAL (ADMINISTRASI DAN MANAJEMEN SEKOLAH)                                                                     30 %

1

MONITORING

1

proses dan hasil belajar siswa

1

penjaminan/standar mutu pendidikan

2

penilaian hasil belajar

2

penerimaan siswa baru

3

ketahanan pembelajaran

3

rapat guru dan staf sekolah

4

standar mutu hasil belajar siswa

4

hubungan sekolah dan masyarakat

5

pengembangan profesi guru

5

pelaksanaan ujian sekolah

6

pengadaan dan pemanfaatan sumber-sumber belajar

6

program-program pengembangan sekolah
   

7

administrasi sekolah
   

8

menejemen sekolah

2

SUPERVISI

1

kinerja guru

1

kinerja sekolah, kepala sekolah dan staf sekolah

2

pelaksanaan kurikulum/mata pelajaran

2

pelaksanaan kurikulum sekolah

3

pelaksanaan pembelajaran

3

manajemen sekolah

4

praktikum/studi lapangan

4

kegiatan antar sekolah binaan

5

kegiatan eksra kurikuler

5

kegiatan in service training bagi kepala sekolah, guru dan staf sekolah lainnya

6

penggunaan media alat bantu dan sumber belajar

6

pelaksanaan kegiatan inovasi sekolah

7

kemajuan belajar siswa

7

penyelenggaraan administrasi sekolah

8

lingkungan belajar    

3

PENILAIAN

1

proses pembelajaran dan bimbingan

1

peningkatan mutu SDM sekolah

2

lingkungan belajar

2

penyelenggaraan inovasi di sekolah

3

sistem penilaian

3

akreditasi sekolah

4

pelaksanaan inovasi pembelajaran

4

pengadaan sumber daya pendidikan

5

kegiatan peningkatan kemampuan profesi guru

5

kemajuan pendidikan

4

PEMBINAAN/PENGEMBANGAN

1

guru dalam pengembanggan media dan alat bantu pembelajaran

1

kepala sekolah dalam mengelola pendidikan

2

memberikan contoh inovasi pembelajaran

2

tim kerja dan staf sekolah dalam meningkatkan kinerja sekolah

3

guru dalam pembelajaran/bimbingan yang efektif

3

komite sekolah dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pendidikan

4

guru dalam meningkatkan kompetensi profesional

4

kepala sekolah dalam melaksanakan inovasi pendidikan

5

guru dalam meningkatkan penilaian proses dan hasil belajar

5

kepala sekolah dalam meningkatkan kemampuan profesionalnya

6

guru dalam melaksanakan penelitian tindakan kelas

6

staf sekolah dalam melaksanakan tugas administrasi sekolah

7

guru dalam meningkatkan kompetensi pribadi,sosial dan pedagogik

7

kepala sekolah dan staf dalam kesejahteraan sekolah

5

PELAPORAN DAN TINDAK LANJUT

1

kinerja guru dalam melaksanakan pembelajaran

1

kinerja sekolah, kinerja sekolah dan staf sekolah

2

kemajuan belajar siswa

2

standar mutu pendidikan dan pencapaiannya

3

pelaksanaan dan hasil inovasi pembelajaran

3

pelaksanaan dan hasil inovasi pendidikan

4

pelaksanaan dan tugas kepengawasan akademik

4

pelaksanaan tugas kepengawasan manajerial dan hasil-hasilnya

5

tindak lanjut hasil pengawasan untuk program pengawasan selanjutnya

5

tindak lanjut dan untuk program pengawasan selanjutnya

 

E. Tujuan dan Sasaran

Tujuan :        

Tujuan disusunnya Program Tahunan Pengawas TK / SD  Wilayah Bina II Cilograng pengawas sekolah adalah:

  1. Sebagai acuan untuk mengukur kemampuan dan kinerja pengawas sekolah dalam pelaksanaan tugas kepengawasannya di sekolah;
  2. pembinaan dan peningkatan mutu pengawas sekolah;
  3. peningkatan kinerja pengawas sekolah sesuai dengan profesinya.
  4. Diharapkan hasil dari pengawasan dapat digunakan sebagai bahan pengambilan keputusan kebijakan pendidikan

 

Sasaran :

Yang menjadi sasaran dalam Program Tahunan Pengawas TK / SD  Wilayah Bina II Cilograng pengawas sekolah adalah:

  1. Sekolah
  2. Kepala Sekolah
  3. Komite sekolah
  4. Guru dan staff

 

DATA PERSONAL KEPALA  SEKOLAH DAN GURU

WILAYAH BINA II UPT DINAS PENDIDIKAN KECAMATAN CILOGRANG

NAMA GURU-GURU / Tempat tanggal lahir

NIP

L / P

K / TK

Izajah  / tahun

Jabatan

Gol / Ruang

KET

Awal PNS

Sekarang

SDN 1 GUNUNGBATU   

Sumhari, A.Ma.Pd

131308967

L K SPG 1983 D.II.PGSD 1997 G. KLS    
Lebak, 03-02-1962                
Wasthaniyah

130452281

P TK SPG.77 D2/A2 2001 G. Kelas IV/a PNS
Megelang, 25-11-1959                
Bohari

130645755

L K SPG.77 SPG G. Kelas IV/a PNS
Takengon, 05-01-1958                
Surbaiah

130830758

P K SPG.80 D2/A2 2001 G. Kelas IV/a PNS
Lebak, 09-05-1960                
Yoyo, S.pdI

131171797

L K SGOPK.83 S1/A4 2005 G. Kelas IV/a PNS
Ciamis, 01-01-1961                
Badrudin

131502957

L K SPG. 85 D2/A2 2001 G. Kelas III/d PNS
Lebak, 03-08-1965                
Lina Diana

270401876

P K   D2/A2 2007 G. Kelas   GB
Lebak, 05-06-1980                
Atriyah

270401862

P K   D2/A2 2001 G. Agama   GB
Lebak, 05-06-1966                
Siti Masitoh   P TK   D2/A2 2007 G.B.Inggris   Sukwan
Lebak, 08-09-1984                
Apid Mahpid   L TK   SMA 2007 G. PSOK   Sukwan
Lebak, 11-05-1988                
Tanti Nurliawati   P TK   D2/A2 2006 G. Mulok   Sukwan
Lebak, 07-09-1991                

SDN 1 CILOGRANG

Madsuha

480055442

L K SPG/C1 69 D2/A2 1997 Kepsek IV/a  
Lebak, 09-07-1951                
Mahri

130955220

P K SPG 81 D2/A2 2002 G. SD IV/a  
Lebak, 09-12-1955                
Sutarman

131236096

L K PGA 77 D2/A2 1989 G. Agama IV/a  
Lebak, 05-03-1995                
Suma Rahmatuloh

131502974

L K SPG 85 D2/A2 1997 G. SD IV/a  
Lebak, 13-03-1966                
Penti Herawati

131719140

P K SPG 86 D2/A2 1998 G. SD III/d  
Lebak, 20-07-1967                
Amin Burhanudin

131719142

L K SPG 86 D2/A2 2000 G. SD III/d  
Lebak, 09-06-1967                
Subyani                
Komariah                
lilis ernawati                
Marto

131023720

L K SPG 94 D2/A2 2005 G. SD II/6  
Lebak, 17-02-1961                

SDN 2 CILOGRANG

Mujinem

130556580

P K SPG 1977 D2 2000 Kepsek IV/a  
Sleman. 06 Mei 1959                
Ado, S.Pd

131363297

L K PGA 1984 S1 2004 G. PAI    
Lebak, 02 Januari 1963                
Jupardi, S.Pd

131983114

L K SPG 1988 S1 2004 G. KLS III/  
Lebak, 06 Desember 1967                
N. Cicih, S.PdI

150343585

P K PGA 1990 S1 2006 G. KLS II/a  
Lebak, 19 Januari 1969                
marjoni                
Iis lisnawati                
Elsonadi                
                 
Romyah                
                 
Nisfah                
                 
Siti aminah                

SDN 2 CIKAMUNDING

Jamroni

130482620

L K SPG 1972 SPG 1972 Kepsek IV/a  
Bantul, 24-01-1953                
Hamdayami

131543141

L K PGA 1985 PGA 1985 G. Agama III/d  
Lebak, 21-07-1953                
Komri

131409704

L K SD 1969 SD 1969 Penjaga II/a  
Lebak, 02-07-1954                
Ratna Suminar

900005595

P K SPG 1988 D2 PGSD 07 G. KLS II/a  
Lebak, 02-01-1967                
Sumpena

900008643

L K SPG 1988 S1/PAI 07 G. KLS II/a  
Lebak, 09-07-1969                
Ahmad Hariri                
                 
Herdi                
                 
Yayu                
                 
Dede Kurniawan                
                 
Nahrudin                
                 

SDN 1 CIJENGKOL

Saprudin Salihin 130 412 915 L K SPG 73 DII 94 Kepsek IV/a  
Lebak, 04-09-1953                
Sudiarma 130 955 219 L K SPG 81 DII 97 G. KLS IV/a  
Lebak, 05-05-1961                
Sarip Hidayat 131 363 295 L K PGA 82 DII 00 G. Agama III/d  
Lebak, 10-11-1960                
Pursita 131 719 033 P K SPG 86 DII 00 G. KLS III/d  
Lebak, 11-03-1966                
Sobihat, S.Pd 131 936 609 P K SPG 87 S I 03 G. KLS III/c  
Lebak, 21-07-1967                
Didi Supardi 132 027 539 L K D II 93 D II 93 G. KLS III/b  
Lebak, 17-08-1969                
N. Najiah 132 066 533 P K SPG 87 D II 93 G. KLS III/b  
Lebak, 03-08-1967                
Nia Herniawati 991 000 001 P JD   D II 06 G. KLS    
Lebak, 04-02-1978                
Susri Elawati 991 000 002 P K   MA 98 G. MLK    
Lebak, 02-08-1978                
Eri Juheri   L K   SMK 98 G. MLK    
Lebak, 03-01-1978                
                 

SDN 1 PASIRBUNGUR

PAIMAN

130482619

L K SPG 1972 SPG 1972 Kepsek IV/a  
Bantul,02-03-1950                
RIJANI, S.IP

131891521

L K SPG 1987 S1 1998 G. KLS III/b  
Lebak, 02-03-1967                
PIPIN SUMYATI

900009127

P K SPG 1988 DII 2007 G. KLS II/a  
Lebak 12-09-1967                
BADRI SUBADRI

900008623

L K SPG 1988 DII 2007 G. KLS II/a  
Lebak, 07-04–1968                
ARNUDIN   L K   SPG 1990 G. KLS    
Lebak, 06-12-1971                
ADE HERMAWAN   L TK   S1 2006 G.MP    
Lebak, 01-09-1980                
SUSI WIDIAWATI   P K   DII 2007 G. KLS    
Lebak, 12-08-1977                
UDAYA RAHMAWIJAYA   L K   DI 2002 G. KLS    
Lebak, 03-03-1983                
WAWAN HERMAWAN   L K   STM 2003 G.MP    
Lebak, 04-07-1977                
NURHASANAH   P K   SMK 2001 G. KLS    
DKI, 19-03-1981                
                 

SDN 2 GIRIMUKTI

MAMAN SURYAMAN

131169456

L K SPG/1982 S1-2003 Kepsek IV/a  
Ciamis, 27-06-1963                
KHOTIB

131363277

L K PGA/1983 DII PAI ’99 G. MP III/b  
Lebak, 13-03-1963                
SUHERDI

270400366

L K SPG 1990 SPG 1990 G. KLS    
Lebak, 07-04-1969                
SLAMET HADIYANTO   L K SMEA 2001 DII 2006 G. KLS    
Lebak, 15-01-1982                
IMAS SITI SUHARTINI   P K SMA 1992 SMA 1992 G. KLS    
Bandung, 20-08-1973                
KURNIADI   L K SPMA 2002 DII 2006 G. KLS    
Lebak, 09-06-1983                
JAMHIA   L K STM 1995 DII 2006 G. KLS    
Lebak, 21-11-1974                
TITIN SUHATI   P K SMA 1998 DII 2006 G. KLS    
Lebak, 05-06-1979                
SUPRIYATNA   L K SMA 1983 SMA 1983 G. MP    
Lebak, 21-02-1963                
                 

SDN 5 PASIRBUNGUR

MUJINEM

130556580

P K D2 2000 Kepsek      
Sleman. 06 Mei 1959                
HAERUDIN 131 022 672 L K SPG 1982 DII 2000 Gr. Kls IV/A  
Sukabumi, 05-05-1960                
EUIS TITIN NURJANAH 131 312 931 P K SPG 83 DII 2001 Gr. Kls IV/A  
Bogor, 04-11-1963                
EROS 900 008 563 P K SGO 87 SGO 87 Gr. Penjas II/A  
Lebak,                
HODIAH   P K MAN 89 MAN 90 Gr. Kelas    
Lebak, 14-12-1971                
SUKMARIAH   P K SMEA 86 SMEA 87 Gr. Kelas    
Lebak, 12-02-1965                
EMUL MULYATI   P K D III 99 D III 100 Gr. Kelas    
Lebak, 30-06-1977                
SAHRA HULAEMA   P K SMEA 02 SMEA 03 Gr. Bid    
                 
ANI MUSLIMAH   P K S.PdI S.PdI Gr. Bid    
                 
                 

SDN 3 PASIRBUNGUR

AGUS MAHPUDIN, A.MPd 131 308 965 L K SPGN 83 D II 97 Gr. Kls IV/A  
Lebak, 11-05-1964                
ABDUL HALIM 131 079 726 L K PGA 81 D II G. Agama IV/A  
Sukabumi, 14-08-1959                
A. HIDAYAT 131 364 317 L K PGA 79 D II G. Agama III/D  
Sukabumi, 28-05-1956                
MASITOH 270 400 391 P K SPG 87 DII G. Kelas II/A  
Lebak, 01-03-1969                
LS. SULISTIAWATI S.E   P K S1 S1 G. Kelas    
KL. Progo, 12-07-1979                
AI ROHIMAH   P K MAN 1995 MAN 1995 G. Kelas    
Lebak, 01-12-1976                
Atik Kusmayanti   P K SMA 2003 SMA 2003 G. Kelas    
Lebak, 12-101984                
                 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB. II 

IDENTIFIKASI HASIL PENGAWASAN DAN KEBIJAKAN DALAM BIDANG KEPENDIDIKAN

 

A. DESKRIPSI HASIL PENGAWASAN TAHUN SEBELUMNYA

 

1. Supervisi Akademik

ASPEK SUPERVISI AKADEMIS

 

HASIL

 

KURANG

CUKUP

BAIK

Pelaksanaan pembelajaran / bimbingan dan hasil belajar siswa

Keterlaksanaan kurikulum tiap mata pelajaran

Kemampuan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran / bimbingan

Guru dalam menyusun silabus dan RPP

Guru dalam melaksanakan proses pembelajaran di kelas / laboratorium / lapangan

Guru dalam membuat mengelola dan menggunakan media pendidikan dan pembelajaran

Guru dalam memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan mutu pendidikan

Guru dalam mengolah dan menganalisis data hasil penilaian

Guru dalam melaksanakan penelitian tindakan kelas

 

2. Supervisi Manajerial

SUPERVISI MANAJERIAL

HASIL

KURANG

CUKUP

BAIK

Kepala sekolah dapat merumuskan misi dan tujuan sekolah secara jelas.

Kepala sekolah dapat menentukan sasaran sekolah secara realistis, dengan menggunakan kriteria yang dapat diukur.

Kepala  sekolah dapat menentukan langkahlangkah strategis untuk mencapai misi dan tujuan sekolah.

Kepala  sekolah dapat memilih metode dan alat yang sebaiknya digunakan untuk mencapai misi, tujuan dan sasaran sekolah.

Kepala sekolah dapat melakukan negosiasi dengan berbagai pihak yang berkepentingan dengan pendidikan di sekolah ini.

Kepala  sekolah dapat menganalisis faktor – faktor kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang dihadapi sekolah.

Kepala  sekolah dapat memperkirakan kebutuhan-kebutuhan sekolah pada masa yang akan datang secara tepat.

Kepala  sekolah dapat membuat struktur organisasi sekolah yang efektif dan efisien.

Kepala  sekolah memberikan tugas mengajar kepada guru sesuai dengan latar belakang pendidikan yang dimilikinya.

Kepala  sekolah dapat menyusun rincian tugas setiap personil sekolah secara jelas

Kepala  sekolah dapat mengangkat para pembantu kepala sekolah atau wakil kepala sekolah sesuai dengan kepatutan dan kelayakan yang dimilikinya.

Kepala  sekolah dapat membangun team work yang kompak dan berdedikasi tinggi.

Kepala  sekolah dapat memberikan bimbingan dan arahan secara baik kepada seluruh personil sekolah

Kepala  sekolah dapat memberikan penghargaan yang layak kepada personil sekolah yang berprestasi.

Kepala  sekolah dapat memberikan sanksi atau hukuman yang tegas kepada personil sekolah yang melanggar aturan.

Kepala  sekolah memiliki keberanian untuk melakukan perubahan – perubahan dalam organisasi menuju ke arah yang lebih baik

Kepala sekolah dapat menyampaikan tentang berbagai inovasi dan kebijakan baru dalam pendidikan kepada seluruh warga sekolah, misalnya tentang life skill, Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah, dan sebagainya.

Kepala  sekolah memiliki gagasan – gagasan inovatif untuk kemajuan sekolah.

Kepala  sekolah dapat menyampaikan informasi tentang berbagai kemajuan dan prestasi sekolah kepada masyarakat luas.

Kepala  sekolah dapat merumuskan kriteriakriteria keberhasilan program sekolah.

Kepala  sekolah dapat menentukan metode dan langkah-langkah untuk mengukur keberhasilan program sekolah.

Kepala  sekolah dapat merumuskan indikator – indikator untuk mengukur keberhasilan program sekolah.

Kepala  sekolah dapat menganalisis dan menindaklanjuti hasil-hasil evaluasi.

Kepala  sekolah dapat mengatur jadwal/kalender kegiatan pendidikan di sekolah ini secara baik.

Kepala  sekolah dapat mengembangkan program penjurusan siswa yang disesuaikan dengan bakat, minat dan kemampuan yang dimiliki siswa.

Kepala  sekolah dapat mengembangkan program-program ekstra kurikuler yang berwawasan keunggulan.

Kepala  sekolah dapat mengembangkan program pembelajaran yang berpusat pada siswa .

Kepala  sekolah dapat mengembangkan program pengajaran perbaikan (remedial teaching) bagi para siswa yang belum mencapai ketuntasan belajar.

Kepala  sekolah dapat menyediakan berbagai Alat Tulis Kantor (ATK) yang diperlukan untuk menunjang kelancaran administrasi dan kegiatan belajar mengajar.

Kepala  sekolah dapat melaksanakan kegiatan pemeliharaan dan perbaikan sarana sekolah dengan baik.

Kepala  sekolah dapat menyelenggarakan proyek-proyek pembangunan di sekolah dengan baik, seperti menambah Ruang Kelas Baru (RKB) atau sarana belajar lainnya.

Kepala  sekolah dapat mengatur penyimpanan peralatan dan barang-barang sekolah secara baik, sehingga tidak mudah rusak atau hilang.

Kepala  sekolah dapat menggali sumbersumber dana yang diperlukan untuk membiayai kegiatan rutin maupun pembangunan sekolah.

Kepala  sekolah dapat menyusun Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (RAPBS), dengan melibatkan seluruh personil sekolah.

Kepala  sekolah dapat mengendalikan setiap pemasukan dan pengeluaran keuangan sekolah, sehingga tidak terjadi defisit atau kebocoran anggaran.

Kepala  sekolah dapat melaksanakan pendataan siswa secara lengkap dan menyeluruh.

Kepala  sekolah dapat memberdayakan peran OSIS untuk melaksanakan berbagai kegiatan kesiswaan.

Kepala  sekolah dapat merencanakan kebutuhan personil sekolah dengan baik, sehingga tidak terjadi kelebihan atau kekurangan personil.

Kepala  sekolah dapat mengembangkan kemampuan profesional personil sekolah, misalnya dengan mengirimkan guru-guru untuk mengikuti berbagai pelatihan dan seminar.

Kepala  sekolah dapat melaksanakan penilaian kinerja personil sekolah secara baik, sehingga mendorong setiap personil untuk memperbaiki dan meningkatkan kinerjanya.

           

B. MASALAH DALAM PENGAWASAN           

Berbagai masalah muncul dilapangan ketika melakukan supervisi ,baik akademik maupun manajerial diantaranya :

a)      Dalam segi administrasi baik manajerial maupun akademis guru dan kepala sekolah belum sampai menganalisis semua program , yang berdampak pada kemampuan perencanaan kembali belum mengacu pada hasil tahun yang lalu.

b)      Dalam pengawasan pengawas terbentur dengan masalah keuangan sekolah ,karena tidak dilibatkan dalam penandatanganan SPJ ataupun RAPBS Sekolah ,akibatnya hasil pengawasan yang berhubungan dengan penyediaan sarana dan prasarana tidak punya kewenangan .

 

C. KEBIJAKAN DALAM BIDANG PENDIDIKAN

           

Untuk peningkatan kualitas sekolah dan Guru maka   :

  1. Kegiatan gugus agar lebih efektif dan efisien dilaksanakan menurut skala prioritas yang sangat dibutuhkan hari ini.
  2. Perlu diadakan Sekolah unggulan yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan tanpa mengurangi mutu sekolah bagi guru yamg ditinggalkan.

 

 

 

 

 

BAB. III 

DESKRIPSI PROGRAM PENGAWASAN

 

A. PROGRAM PENILAIAN

Pada tahun ajaran 2009 / 2010  disusun program penilaian untuk selanjutnya dibuat pula instrument penunjang demi tercapainya program tersebut. Untuk program penilaian ini lebih mengarah pada :

  1. 1.      Kegiatan

Guru

a)      Membimbing guru dalam menentukan aspek-aspek yang penting dinilai untuk tiap bidang pengembangan/mata pelajaran .

b)      Membimbing guru dalam menentukan kriteria dan indikator keberhasilan pembelajaran tiap bidang pengembangan.

c)      Menyusun kriteria dan indikator keberhasilan pendidikan pada satuan pendidikan

d)     Menilai kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran pada tiap bidang pengembangan/mata pelajaran .

 

Kepala Sekolah

a)      Menilai kemampuan kepala sekolah dalam mengelola satuan pendidikan.

b)      Menilai kinerja staf sekolah dalam melaksanakan tugas pokoknya.

c)      Menilai kinerja sekolah dan menindaklanjuti hasilnya untuk keperluan akreditasi sekolah.

d)     Mengolah dan menganalisis data hasil penilaian kinerja sekolah, kinerja kepala sekolah, kinerja guru, dan kinerja staf sekolah.

e)      Memantau pelaksanaan kurikulum, pembelajaran, bimbingan dan hasil belajar siswa serta menganalisisnya untuk perbaikan mutu pendidikan pada sekolah .

f)       Membina guru dalam memanfaatkan hasil penilaian untuk kepentingan pendidikan dan pembelajaran tiap bidang pengembangan.

g)       Memberikan saran kepada kepala sekolah, guru, dan seluruh staf sekolah dalam meningkatkan kinerjanya berdasarkan hasil penilaian.

 

  1. 2.      Tujuan

Diharapkan dengan kegiatan ini Guru  dapat :

  1. Guru dapat menentukan aspek-aspek yang penting dinilai untuk tiap bidang pengembangan/mata pelajaran .
  2. menentukan kriteria dan indikator keberhasilan pembelajaran tiap bidang pengembangan.
  3. Menyusun kriteria dan indikator keberhasilan pendidikan pada satuan pendidikan
  4. melaksanakan pembelajaran pada tiap bidang pengembangan/mata pelajaran .

 

Diharapkan dengan kegiatan ini kepala Sekolah   dapat :

  1. Menilai kemampuan kepala sekolah dalam mengelola satuan pendidikan.
  2. Menilai kinerja staf sekolah dalam melaksanakan tugas pokoknya.
  3. Menilai kinerja sekolah dan menindaklanjuti hasilnya untuk keperluan akreditasi sekolah.
  4. Mengolah dan menganalisis data hasil penilaian kinerja sekolah, kinerja kepala sekolah, kinerja guru, dan kinerja staf sekolah.
  5. Memantau pelaksanaan kurikulum, pembelajaran, bimbingan dan hasil belajar siswa serta menganalisisnya untuk perbaikan mutu pendidikan pada sekolah .
  6. Membina guru dalam memanfaatkan hasil penilaian untuk kepentingan pendidikan dan pembelajaran tiap bidang pengembangan.
  7.  Memberikan saran kepada kepala sekolah, guru, dan seluruh staf sekolah dalam meningkatkan kinerjanya berdasarkan hasil penilaian.

 

  1. 3.      Sasaran

Yang menjadin sasaran penilaian adalah 9 sekolah binaan beserta seluruh Kepala Sekolah dan guru

  1. 4.      indikator keberhasilan/target

Guru

a)      Dapat menentukan aspek-aspek yang penting dinilai untuk tiap bidang pengembangan/mata pelajaran .

b)      Dapat menentukan kriteria dan indikator keberhasilan pembelajaran tiap bidang pengembangan.

c)      Menyusun kriteria dan indikator keberhasilan pendidikan pada satuan pendidikan

d)     Dapat melaksanakan pembelajaran pada tiap bidang pengembangan/mata pelajaran .

 

Kepala Sekolah dapat :

a)      mengelola satuan pendidikan.

b)      Menilai kinerja staf sekolah dalam melaksanakan tugas pokoknya.

c)      Menilai  dan menindaklanjuti hasilnya untuk keperluan akreditasi sekolah.

d)     Mengolah dan menganalisis data hasil penilaian kinerja sekolah, kinerja kepala sekolah, kinerja guru, dan kinerja staf sekolah.

e)      Melaksanaan kurikulum, pembelajaran, bimbingan dan hasil belajar siswa serta menganalisisnya untuk perbaikan mutu pendidikan pada sekolah .

f)       Membina guru dalam memanfaatkan hasil penilaian untuk kepentingan pendidikan dan pembelajaran tiap bidang pengembangan.

g)       Meningkatkan kinerjanya berdasarkan hasil penilaian.

  1. 5.      metode kerja/teknik supervisi

-          Supervisi Kelas

-          Observasi kelas

-          Supervisi akademis

-          Supervisi manajerial

-          Pembelajaran orang Dewasa

-          Mengefektipkan gugus sekolah / KKG / KKKS

  1. 6.      jadwal pelaksanaan

JENIS KEGIATAN

PELAKSANAAN

BULAN KE

7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6
Guru                        
a)      Membimbing guru dalam menentukan aspek-aspek yang penting dinilai untuk tiap bidang pengembangan/mata pelajaran .

b)      Membimbing guru dalam menentukan kriteria dan indikator keberhasilan pembelajaran tiap bidang pengembangan.

c)      Menyusun kriteria dan indikator keberhasilan pendidikan pada satuan pendidikan

 

d)     Menilai kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran pada tiap bidang pengembangan/mata pelajaran .

e)      Menilai kemampuan kepala sekolah dalam mengelola satuan pendidikan.

f)       Menilai kinerja staf sekolah dalam melaksanakan tugas pokoknya.

g)      Menilai kinerja sekolah dan menindaklanjuti hasilnya untuk keperluan akreditasi sekolah.

h)      Mengolah dan menganalisis data hasil penilaian kinerja sekolah, kinerja kepala sekolah, kinerja guru, dan kinerja staf sekolah.

 

i)        Memantau pelaksanaan kurikulum, pembelajaran, bimbingan dan hasil belajar siswa serta menganalisisnya untuk perbaikan mutu pendidikan pada sekolah .

 

j)        Membina guru dalam memanfaatkan hasil penilaian untuk kepentingan pendidikan dan pembelajaran tiap bidang pengembangan.

 

k)      Memberikan saran kepada kepala sekolah, guru, dan seluruh staf sekolah dalam meningkatkan kinerjanya berdasarkan hasil penilaian.

Kepala Sekolah                        
a)      Menilai kemampuan kepala sekolah dalam mengelola satuan pendidikan.

b)      Menilai kinerja staf sekolah dalam melaksanakan tugas pokoknya

c)      Menilai kinerja sekolah dan menindaklanjuti hasilnya untuk keperluan akreditasi sekolah.

d)     Mengolah dan menganalisis data hasil penilaian kinerja sekolah, kinerja kepala sekolah, kinerja guru, dan kinerja staf sekolah

 

e)      Memantau pelaksanaan kurikulum, pembelajaran, bimbingan dan hasil belajar siswa serta menganalisisnya untuk perbaikan mutu pendidikan pada sekolah .

 

f)       Membina guru dalam memanfaatkan hasil penilaian untuk kepentingan pendidikan dan pembelajaran tiap bidang pengembangan.

g)      Memberikan saran kepada kepala sekolah, guru, dan seluruh staf sekolah dalam meningkatkan kinerjanya berdasarkan hasil penilaian.

 

B. PROGRAM PEMBINAAN       

Pada tahun ajaran 2009 / 2010  disusun program Pembinaan  untuk selanjutnya dibuat pula instrument penunjang demi tercapainya program tersebut. Untuk program pembinaan  lebih mengarah pada :

 

1. Supervisi Akademik

1.1.  Kegiatan

Memantau :
Pelaksanaan pembelajaran/ bimbingan dan hasil belajar siswa
Keterlasanaan kurikulum tiap mata pelajaran

Menilai :

Kemampuan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran / bimbingan

Membina :
Guru dalam menyusun RPP
Guru dalam melaksanakan prosesd pembelajaran di kelas/ laboratorium/ lapangan
Guru dalam membuat, mengelola dan menggunakan media pendidikan dan pembelajaran
Guru dalam memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan mutu pendidikan
Guru dalam mengolah dan menganalisis data hasil penilaian
Guru dalam melaksanakan penelitian tindakan kelas

Melaporkan Tindak Lanjut :
Hasil pengawasan akademik pada sekolah-sekolah yang menjadi binaan
Menindaklanjuti hasil-hasil pengawasan akademik untuk meningkatkan kemampuan professional

 

Guru yang ada di wilayah Bina II yang terdiri dari 9 Sekolah dasar binaan di supervisi akademis dengan tujuan agar semua guru dapat :

  1. Memahami konsep, prinsip, teori dasar, -, dan kecenderungan perkembangan bidang ilmu yang menjadi isi tiap bidang pengembangan/mata pelajaran Sekolah Dasar
  2. Memahami konsep, prinsip, teori/teknologi, -, dan kecenderungan perkembangan proses pembelajaran tiap bidang pengembangan/mata pelajaran SD
  3. Membimbing guru dalam menentukan tujuan pendidikan yang sesuai, berdasarkan standar kompetensi dan kompetensi dasar tiap bidang pengembangan/mata pelajaran SD
  4. Membimbing guru dalam menyusun silabus tiap bidang pengembangan/ mata pelajaran SD berlandaskan standar isi, standar kompetensi dan kompetensi dasar, dan prinsip pengembangan KTSP
  5. Menggunakan berbagai pendekatan/metode/ teknik dalam memecahkan masalah pendidikan dan pembelajaran tiap bidang pengembangan/mata pelajaran SD.
  6. Membimbing guru dalam memilih dan menggunakan startegi/metode/teknik pembelajaran yang dapat mengembangkan berbagai potensi peserta didik melalui bidang pengembangan/mata pelajaran SD
  7. Membimbing guru dalam menyusun rencana pembelajaran (RPP) untuk tiap bidang pengembangan mata pelajaran SD
  8. Membimbing guru dalam memilih dan menggunakan media pendidikan yang sesuai untuk menyajikan isi tiap bidang pengembangan/mata pelajaran SD.
  9. Memotivasi guru untuk memanfaatkan teknologi informasi untuk pembelajaran tiap bidang pengembangan/mata pelajaran SD
  10. Membimbing guru dalam melaksanakan strategi/metode/teknik pembelajaran yang telah direncanakan untuk tiap bidang pengembangan/ mata pelajaran SD
  11. Membimbing guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran (di kelas, laboratorium, dan/atau di lapangan) untuk mengembangkan potensi peserta didik pada tiap bidang pengembangan/mata pelajaran SD
  12. Membimbing guru dalam merefleksi hasil-hasil yang dicapai, kekuatan, kelemahan, dan hambatan yang dialami dalam pembelajaran yang telah dilaksanakan.
  13. Membantu guru dalam mengelola, merawat, mengembangkan, dan memanfaatkan fasilitas pembelajaran yang berkaitan dengan mata pelajaran SD.

 

2. SUPERVISI MANAJERIAL

Pada tahun ajaran 2009 / 2010  disusun program manajerial untuk selanjutnya dibuat pula instrument penunjang demi tercapainya program tersebut. Untuk program supervisi manajerial  ini lebih mengarah pada kemampuan kepala Sekolah tentang :
1. Kegiatan

a)             Menguasai metode, teknik dan prinsip-prinsip supervisi dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan.

b)             Menyusun program kepengawasan berdasarkan visi-misi-tujuan dan program sekolah-sekolah binaannya.

c)             Menyusun metode kerja dan berbagai instrumen yang diperlukan untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi pengawasan.

d)            Membina kepala sekolah dalam mengelola satuan pendidikan berdasarkan manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah (MPMBS).

e)             Membina kepala sekolah dalam melaksanakan administrasi satuan pendidikan meliputi administrasi kesiswaan, kurikulum dan pembelajaran, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pembiayaan, keuangan,lingkungan sekolah dan peran serta masyarakat.

f)              Membantu kepala sekolah dalam menyusun indikator keberhasilan mutu pendidikan di sekolah.

g)             Membina staf sekolah dalam melaksanakan tugas pokok dan tanggung jawabnya.

h)             Memotivasi pengembangan karir kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan lainnya sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku.

i)               Menyusun laporan hasil-hasil pengawasan pada sekolah-sekolah binaannnya dan menindak lanjutinya untuk perbaikan mutu pendidikan dan program pengawasan berikutnya.

j)               Mendorong guru dan kepala sekolah untuk menemukan kelebihan dan kekurangan dalam melaksanakan tugas pokoknya.

k)             Menjelaskan berbagai inovasi dan kebijakan pendidikan kepada guru dan kepala sekolah.

l)               Memantau pelaksanaan inovasi dan kebijakan pendidikan pada sekolah-sekolah binaannya.

 

Yang ingin dicapai dalam manajerial ini adalah :

-1: Perencanaan dan Pengembangan Sekolah

  • Perencanaan merupakan dasar bagi fungsi manajemen lain
  • Perencanaan merupakan pernyataan mengenai kehendak di masa depan yang ingin dicapai
  • Perencanaan meliputi jangka pendek, menengah dan panjang
  • Sekolah yang efektif memiliki rencana pengembangan sekolah yang disepakati bersama

- 2: Iklim dan Budaya Sekolah

  • Penciptaan dan pemeliharaan iklim yang kondusif untuk belajar
  • Penciptaan norma dan kebiasaan yang positif
  • Penciptaan hubungan dan kerja sama yang harmonis yang didasari oleh sikap saling menghargai satu sama lain

- 3: Harapan yang Tinggi untuk Berprestasi

  • Penciptaan etos positif yang dapat mendorong siswa berprestasi
  • Tanggung jawab yang tinggi bagi pembelajaran siswa,
  • Harapan yang tinggi akan pekerjaan yang berkualitas tinggi,
  • Pemberian perhatian pribadi kepada siswa perorangan.

- 4: Pemantauan terhadap Kemajuan Siswa

  • Pemberian pekerjaan rumah kepada siswa
  • Terdapat prosedur penilaian yang dilakukan secara terprogram (formatif dan sumatif)
  • Pemberian balikan yang segera kepada siswa

- 5: Kepemimpinan Kepala Sekolah

  • Sejauhmana tanggung jawab kepemimpinan diambil alih atau didelegasikan oleh kepala sekolah
  • Gaya kepemimpinan yang digunakan oleh kepala sekolah berperan penting.
  • Pendekatan kepemimpinan partisipatif

- 6: Pengembangan Guru dan Staf

  • Guru merupakan fasilitator pembelajaran yang perlu dijaga kualitasnya
  • Pengembangan profesional guru menentukan hasil pembelajaran
  • Perlu adanya program pengembangan guru dan staf

- 7: Penguatan Kapasitas Siswa

  • Tujuan akhir program pembelajaran adalah pada peningkatan kemampuan siswa
  • Pemberian kesempatan kepada siswa dalam mengembangkan potensi dirinya
  • Penyediaan program dalam membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar

- 8: Keterlibatan Orangtua dan Masyarakat

  • Keterlibatan orangtua merupakan stimulus eksternal yang berperan penting bagi peningkatan kualitas pembelajaran
  • Kerjasama orangtua dan sekolah dalam pemberian bimbingan belajar dan dalam menumbuhkan kedisiplinan kepada anak mereka

- 9: Keterlibatan dan Tanggung Jawab Siswa

  • Pembelajaran hanya mungkin terjadi bilamana siswa mempunyai pandangan yang positif terhadap sekolahnya dan peranan mereka di dalamnya
  • Keterlibatan siswa menumbuhkan pada diri siswa rasa memiliki terhadap sekolah dan terhadap pembelajarannya sendiri

- 10: Penghargaan dan Insentif

  • Pemberian penghargaan jauh lebih penting ketimbang menghukum atau menyalahkan siswa
  • Penghargaan dan insentif mendorong munculnya perilaku positif dan, dalam beberapa hal, mengubah perilaku siswa (dan juga guru).

- 11: Tata tertib dan Kedisiplinan

  • Kesepakatan kepala sekolah dan guru terhadap kebijakan disiplin sekolah
  • Dukungan yang diberikan kepada guru bilamana mereka melaksanakan peraturan disiplin sekolah.
  1. 2.        Tujuan

Dengan Kegiatan ini Guru dan Kepala Sekolah dapat :

  • Menguasai metode, teknik dan prinsip-prinsip supervisi dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan.
  • Menyusun program kepengawasan berdasarkan visi-misi-tujuan dan program sekolah-sekolah binaannya.
  • Menyusun metode kerja dan berbagai instrumen yang diperlukan untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi pengawasan.
  • Membina kepala sekolah dalam mengelola satuan pendidikan berdasarkan manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah (MPMBS).
  • Membina kepala sekolah dalam melaksanakan administrasi satuan pendidikan meliputi administrasi kesiswaan, kurikulum dan pembelajaran, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pembiayaan, keuangan,lingkungan sekolah dan peran serta masyarakat.
  • Membantu kepala sekolah dalam menyusun indikator keberhasilan mutu pendidikan di sekolah.
  • Membina staf sekolah dalam melaksanakan tugas pokok dan tanggung jawabnya.
  • Memotivasi pengembangan karir kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan lainnya sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku.
  • Menyusun laporan hasil-hasil pengawasan pada sekolah-sekolah binaannnya dan menindak lanjutinya untuk perbaikan mutu pendidikan dan program pengawasan berikutnya.
  • Mendorong guru dan kepala sekolah untuk menemukan kelebihan dan kekurangan dalam melaksanakan tugas pokoknya.
  • Menjelaskan berbagai inovasi dan kebijakan pendidikan kepada guru dan kepala sekolah.
  • Memantau pelaksanaan inovasi dan kebijakan pendidikan pada sekolah-sekolah binaannya.

 

  1. 3.      Sasaran

Yang menjadin sasaran penilaian adalah 9 sekolah binaan beserta seluruh Kepala Sekolah dan guru

 

  1. 4.      indikator keberhasilan/target

 

  • Menguasai metode, teknik dan prinsip-prinsip supervisi dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan.
  • Menyusun program kepengawasan berdasarkan visi-misi-tujuan dan program sekolah-sekolah binaannya.
  • Menyusun metode kerja dan berbagai instrumen yang diperlukan untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi pengawasan.
  • Membina kepala sekolah dalam mengelola satuan pendidikan berdasarkan manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah (MPMBS).
  • Membina kepala sekolah dalam melaksanakan administrasi satuan pendidikan meliputi administrasi kesiswaan, kurikulum dan pembelajaran, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pembiayaan, keuangan,lingkungan sekolah dan peran serta masyarakat.
  • Membantu kepala sekolah dalam menyusun indikator keberhasilan mutu pendidikan di sekolah.
  • Membina staf sekolah dalam melaksanakan tugas pokok dan tanggung jawabnya.
  • Memotivasi pengembangan karir kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan lainnya sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku.
  • Menyusun laporan hasil-hasil pengawasan pada sekolah-sekolah binaannnya dan menindak lanjutinya untuk perbaikan mutu pendidikan dan program pengawasan berikutnya.
  • Mendorong guru dan kepala sekolah untuk menemukan kelebihan dan kekurangan dalam melaksanakan tugas pokoknya.
  • Menjelaskan berbagai inovasi dan kebijakan pendidikan kepada guru dan kepala sekolah.
  • Memantau pelaksanaan inovasi dan kebijakan pendidikan pada sekolah-sekolah binaannya.

 

  1. 5.      metode kerja/teknik supervisi

-          Supervisi Kelas

-          Observasi kelas

-          Supervisi akademis

-          Supervisi manajerial

-          Pembelajaran orang Dewasa

-          Mengefektipkan gugus sekolah / KKG / KKKS

 

 

 

 

  1. 6.      Jadwal pelaksanaan

NO

ASPEK

PELAKSANAAN KEGIATAN

BULAN KE

7

8

9

10

11

12

1

2

3

4

5

6

SUPERVISI AKADEMIK
 
  1. Memahami konsep, prinsip, teori dasar,dan kecenderungan perkembangan bidang ilmu yang menjadi isi tiap bidang pengembangan/mata pelajaran Sekolah Dasar

 
  1. Memahami konsep, prinsip, teori/teknologi, -, dan kecenderungan perkembangan proses pembelajaran tiap bidang pengembangan/mata pelajaran SD

 
  1. Membimbing guru dalam menentukan tujuan pendidikan yang sesuai, berdasarkan standar kompetensi dan kompetensi dasar tiap bidang pengembangan/mata pelajaran SD

 
  1. Membimbing guru dalam menyusun silabus tiap bidang pengembangan/ mata pelajaran SD berlandaskan standar isi, standar kompetensi dan kompetensi dasar, dan prinsip pengembangan KTSP

 

 
  1. Menggunakan berbagai pendekatan/metode/ teknik dalam memecahkan masalah pendidikan dan pembelajaran tiap bidang pengembangan/mata pelajaran SD.

 

 
  1. Membimbing guru dalam memilih dan menggunakan startegi/metode/teknik pembelajaran yang dapat mengembangkan berbagai potensi peserta didik melalui bidang pengembangan/mata pelajaran SD

 

 
  1. Membimbing guru dalam menyusun rencana pembelajaran (RPP) untuk tiap bidang pengembangan mata pelajaran SD

 
  1. Membimbing guru dalam memilih dan menggunakan media pendidikan yang sesuai untuk menyajikan isi tiap bidang pengembangan/mata pelajaran SD.

 
  1. Memotivasi guru untuk memanfaatkan teknologi informasi untuk pembelajaran tiap bidang pengembangan/mata pelajaran SD

   

  1. Membimbing guru dalam melaksanakan strategi/metode/teknik pembelajaran yang telah direncanakan untuk tiap bidang pengembangan/ mata pelajaran SD

 

 
  1. Membimbing guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran (di kelas, laboratorium, dan/atau di lapangan) untuk mengembangkan potensi peserta didik pada tiap bidang pengembangan/mata pelajaran SD

 

 
  1. Membimbing guru dalam merefleksi hasil-hasil yang dicapai, kekuatan, kelemahan, dan hambatan yang dialami dalam pembelajaran yang telah dilaksanakan.

 

 
  1. Membantu guru dalam mengelola, merawat, mengembangkan, dan memanfaatkan fasilitas pembelajaran yang berkaitan dengan mata pelajaran SD.

 

SUPERVISI MANAJERIAL
  a)             Menguasai metode, teknik dan prinsip-prinsip supervisi dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan.

  b)             Menyusun program kepengawasan berdasarkan visi-misi-tujuan dan program sekolah-sekolah binaannya.

  c)             Menyusun metode kerja dan berbagai instrumen yang diperlukan untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi pengawasan.

  d)            Membina kepala sekolah dalam mengelola satuan pendidikan berdasarkan manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah (MPMBS).

  e)             Membina kepala sekolah dalam melaksanakan administrasi satuan pendidikan meliputi administrasi kesiswaan, kurikulum dan pembelajaran, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pembiayaan, keuangan,lingkungan sekolah dan peran serta masyarakat

  f)              Membantu kepala sekolah dalam menyusun indikator keberhasilan mutu pendidikan di sekolah.

 

  g)             Membina staf sekolah dalam melaksanakan tugas pokok dan tanggung jawabnya.

 

  h)             Memotivasi pengembangan karir kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan lainnya sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku.

 

   

i)               Menyusun laporan hasil-hasil pengawasan pada sekolah-sekolah binaannnya dan menindak lanjutinya untuk perbaikan mutu pendidikan dan program pengawasan berikutnya.

 

  j)               Mendorong guru dan kepala sekolah untuk menemukan kelebihan dan kekurangan dalam melaksanakan tugas pokoknya.

 

  k)             Menjelaskan berbagai inovasi dan kebijakan pendidikan kepada guru dan kepala sekolah.

  l)               Memantau pelaksanaan inovasi dan kebijakan pendidikan pada sekolah-sekolah binaannya.

 

 

 

 

C. Program Pemantauan

1. Kegiatan    

Untuk efektif dan efisiennya hasil supervisi baik manajerial yang dilakukan terhadap kepala sekolah dan Supervisi Akademik yang dilakukan pada Guru maka khususnya di wilayah Bina II dilaksanakan pemantauan yang didalamnya adalah pengendalian mutu dengan butir butir komponen sub komponen sebagai berikut ;

Komponen

Sub Komponen

Butir Pengendalian mutu

A.

Perencanaan pembelajaran dan Bimbingan Siswa

1.

Penjabaran kurikulum

1.1

Pembuatan Pedoman Program tahunan

1.2

Pembuatan Pedoman Penyusunan Program Semester

1.3

Pembuatan Pedoman penyusunan persiapan mengajar { silabus }

1.4

Pembuatan pedoman Pelaksanaan PBM { isi, media, metode}

1.5

Pembuatan pedoman Pelaksanaan Evaluasi

2.

Pelaksanaan Rencana Pembelajaran

2.1

Penyusunan Program tahunan

2.2

Penyusunan Program semester

2.3

Penyusunan persiapan Mengajar { silabus }

2.4

pemilihan isi dan pembuatan media

2.5

Pembuatan alat evaluasi
3. Pemilihan Bahan Ajar

3.1

Menentukan buku sumber wajib dan pilihan

4.

Pembuatan Rencana Evaluasi

4.1

Pembuatan Rencana evaluasi belajar harian/mingguan

4.2

Pembuatan Rencana Evaluasi Belajar  Semester

4.3

Pembuatan Rencana Evaluasi Belajar Tahap akhir

5.

Pembuatan Rencana Pembinaan Siswa

5.1

Pembuatan Rencana Kegiatan Olah raga

5.2

Pembuatan Rencana Kegiatan Pramuka OSIS PMR

5.3

Pembuatan Rencana Kegiatan Seni Apresiasi

5.4

Pembuatan Rencana Kegiatan Keagamaan dan Kemasyarakatan

6.

Pembuatan Rencana Kegiatan Bimbingan & Konseling

6.1

Rencana pengumpulan data  /Record siswa

6.2

Rencana Bimbingan pendidikan pengajaran

6.3

Rencana bimbingan sosial – pribadi

B.

Pelaksanaan Pengajaran dan Bimbingan

1. Pelaksanaan Pembelajaran

1.1

Pelaksanaan pembelajaran dikelas
1.2 Pelaksanaan pembelajaran di luar kelas [praktek dikebun dsb,.]
2. Pelaksanaan Evaluasi Hasil Belajar 2.1 Pelaksanaan evaluasi harian/mingguan
2.2 Pelaksanaan hasil belajar semester
2.3 Pelaksanaan hasil belajar tahap akhir
3. Pelaksanaan Pembinaan Siswa 3.1 Pelaksanaan kegiatan oleh raga
3.2 Pelaksanaan kegiatan kesenian
3.3 Pelaksanaan kegiatan pramuka,PMR,OSIS
3.4 Pelaksanaan kegiatan keagamaan
4. Pelaksanaan Layanan Bimbingan 4.1 Pelaksanaan pengumpulan data [penyusunan record siswa]
4.2 Pelaksanaan bimbingan pendidikan pengajaran
4.3 Pelaksanaan bimbingan sosial pribadi

C.

Pengendalian pengajaran dan Bimbingan Siswa

1. Evaluasi dan penyempurnaan kurikulum 1.1 Evaluasi dan Kajian KTSP Dokumen I
1.2 Evaluasi dan Kajian KTSP Dokumen II
1.3 Penyesuaian Kompetensi dasar, Indikator,Isi { bahan ajar }
2. Evaluasi pembelajaran 2.1 Evaluasi program tahunan/semester
2.2 Evaluasi program harian
2.3 Evaluasi program bimbingan siswa
2.4 Evaluasi mengajar
2.5 Evaluasi analisis materi
2.6 Evaluasi analisis evaluasi
2.7 Evaluasi media dan lembaran kerja
3. Evaluasi Program Evaluasi 3.1 Evaluasi evaluasi harian
3.2 Evaluasi evaluasi belajar semester
3.3 Evaluasi evaluasi tahap akhir
4. Evaluasi Pembinaan Siswa 4.1 Evaluasi kegiatan olah raga / kesenian
4.2 Evaluasi kegiatan pramuka
4.3 Evaluasi kegiatan keagamaan
4.4 Evaluasi kegiatan sosial PMR
5. Evaluasi Bambingan Konseling 5.1 Evaluasi pengumpulan data
5.2 Evaluasi program bimbingan pendidikan pengajaran
5.3 Evaluasi bimbingan sosial pribadi

 

  1. 7.      Tujuan

Agar Guru dan Kepala Sekolah dapat :

  1. Pembuatan Pedoman Program tahunan
  2. Pembuatan Pedoman Penyusunan Program Semester
  3. Pembuatan Pedoman penyusunan persiapan mengajar { silabus }
  4. Pembuatan pedoman Pelaksanaan PBM { isi, media, metode}
  5. Pembuatan pedoman Pelaksanaan Evaluasi
  6. Penyusunan Program tahunan
  7. Penyusunan Program semester
  8. Penyusunan persiapan Mengajar { silabus }
  9. pemilihan isi dan pembuatan media
  10. Pembuatan alat evaluasi
  11. Menentukan buku sumber wajib dan pilihan
  12. Pembuatan Rencana evaluasi belajar harian/mingguan
  13. Pembuatan Rencana Evaluasi Belajar  Semester
  14. Pembuatan Rencana Evaluasi Belajar Tahap akhir
  15. Pembuatan Rencana Kegiatan Olah raga
  16. Pembuatan Rencana Kegiatan Pramuka OSIS PMR
  17. Pembuatan Rencana Kegiatan Seni Apresiasi
  18. Pembuatan Rencana Kegiatan Keagamaan dan Kemasyarakatan
  19. Rencana pengumpulan data  /Record siswa
  20. Rencana Bimbingan pendidikan pengajaran
  21. Rencana bimbingan sosial – pribadi
  22. Pelaksanaan pembelajaran dikelas
  23. Pelaksanaan pembelajaran di luar kelas [praktek dikebun dsb,.]
  24. Pelaksanaan evaluasi harian/mingguan
  25. Pelaksanaan hasil belajar semester
  26. Pelaksanaan hasil belajar tahap akhir
  27. Pelaksanaan kegiatan oleh raga
  28. Pelaksanaan kegiatan kesenian
  29. Pelaksanaan kegiatan pramuka,PMR,OSIS
  30. Pelaksanaan kegiatan keagamaan
  31. Pelaksanaan pengumpulan data [penyusunan record siswa]
  32. Pelaksanaan bimbingan pendidikan pengajaran
  33. Pelaksanaan bimbingan sosial pribadi
  34. Evaluasi dan Kajian KTSP Dokumen I
  35. Evaluasi dan Kajian KTSP Dokumen II
  36. Penyesuaian Kompetensi dasar, Indikator,Isi { bahan ajar }
  37. Evaluasi program tahunan/semester
  38. Evaluasi program harian
  39. Evaluasi program bimbingan siswa
  40. Evaluasi mengajar
  41. Evaluasi analisis materi
  42. Evaluasi analisis evaluasi
  43. Evaluasi media dan lembaran kerja
  44. Evaluasi evaluasi harian
  45. Evaluasi evaluasi belajar semester
  46. Evaluasi evaluasi tahap akhir
  47. Evaluasi kegiatan olah raga / kesenian
  48. Evaluasi kegiatan pramuka
  49. Evaluasi kegiatan keagamaan
  50. Evaluasi kegiatan sosial PMR
  51. Evaluasi pengumpulan data
  52. Evaluasi program bimbingan pendidikan pengajaran
  53. Evaluasi bimbingan sosial pribadi
  1. 4.      Sasaran

Guru Kepala Sekolah dan 9 sekolah Binaan

 

  1. 5.      indikator keberhasilan/target

Menguasai dan menerapkan dalam praktek melalui instrument yang disediakan

 

  1. 6.      metode kerja/teknik supervisi

-          Supervisi Kelas

-          Observasi kelas

-          Supervisi akademis

-          Supervisi manajerial

-          Pembelajaran orang Dewasa

-          Mengefektipkan gugus sekolah / KKG / KKKS

  1. 7.      jadwal pelaksanaan

 

Semua dilaksanakan tiap bulan kepada 9 sekolah binaan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB.IV

PENUTUP

 

Alasan disusunnya program kerja  pengawas ini terutama karena masih adanya beberapa permasalahan dalam hal kepengawasan yaitu :

(1) masih adanya keragaman kemampuan pengawas sekolah dalam melaksanakan

tugas dan fungsinya;

(2) belum adanya alat ukur untuk mengetahui kemampuan pengawas sekolah, dan (3) belum adanya pembinaan pengawas sekolah yang terarah.

Permasalahan ini bertolak belakang dengan keharusan pengawas sekolah dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya harus memperhatikan :

  1. kecermatan melihat kondisi sekolah
  2. ketajaman analisis dan sintesis
  3. ketepatan memberikan treatment yang diperlukan
  4. komunikasi yang baik antara pengawas sekolah dengan setiap individu di sekolah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Laporan Hasil Pengawasan

LAPORAN

HASIL  PENGAWASAN

PENGAWAS TK/SD WILAYAH BINA II

UPT DINAS PENDIDIKAN KECAMATAN CILOGRANG

TAHUN AJARAN 2008 / 2009

 

 

Nama      CECE AHMAD FATUROHMAN,S.IP,M.MPd
NIP         196304221983051001
Tempat Bekerja UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS PENDIDIKAN KECAMATAN CILOGRANG

 

NAMA SEKOLAH BINAAN :

  1. 1.      SDN 01 GUNUNGBATU
  2. 2.      SDN 01 CILOGRANG
  3. 3.      SDN 02 CILOGRANG
  4. 4.      SDN 01 PASIRBUNGUR
  5. 5.      SDN 03 PASIRBUNGUR
  6. 6.      SDN 05 PASIRBUNGUR
  7. 7.      SDN  02 CIKAMUNDING
  8. 8.      SDN 02 GIRIMUKTI
  9. 9.      SDN 01 CIJENGKOL

 

 

BAB. I PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Kemajuan jaman, ilmu pengetahuan dan teknologi telah menjadi isu pokok dalam pembangunan negara. Bahkan sekarang ini isu pendidikan telah menjadi isu politik yang cukup menarik untuk ditawarkan ke masyarakat menjelang penyelenggaraan Pemilu di tahun ini. Masalah klasik pendidikan yang selalu menjadi perhatian dari tahun ke tahun di antaranya adalah : (1) Mutu pendidikan; (2) Perluasan kesempatan pendidikan; (3) Relevansi pendidikan dengan kebutuhan masyarakat; (4) Efisiensi manajemen.

Dalam kaitannya dengan kepengawasan sekolah maka masalah mutu menjadi masalah yang relevan sekali untuk dibahas. Mutu pendidikan sering diartikan sebagai – jasa pendidikan yang sesuai dengan kriteria tertentu dalam rangka memenuhi kepuasan pelanggan, yang dalam hal ini adalah peserta didik, orang tua, serta pihak-pihak berkepentingan lainnya. Masalah mutu pendidikan menjadi hal yang serius karena ternyata pelanggan pendidikan seringkali belum puas dengan layanan yang diberikan oleh sebuah lembaga pendidikan, hal ini dikarenakan dari segi pelayanan masih di bawah pelayanan minimal, terjadinya in-efisiensi pemanfaatan sumber daya, adanya kegiatan yang kontraproduktif yang pada ujungnya mengakibatkan tidak tercapainya tujuan pendidikan nasional. Untuk itulah diperlukan suatu pengawasan supaya sebuah lembaga pendidikan yang dalam hal ini sekolah, dapat melayani pelanggan pendidikan sesuai kriteria yang telah ditentukan sehingga pada akhirnya dapat memenuhi dan memuaskan kebutuhan pelanggan sekaligus menjamin tercapainya tujuan pendidikan nasional.

  1. Tujuan dan Sasaran Pengawasan

Tujuan :        

Tujuan disusunnya Program Tahunan Pengawas TK / SD  Wilayah Bina II Cilograng pengawas sekolah adalah:

  1. Sebagai acuan untuk mengukur kemampuan dan kinerja pengawas sekolah dalam pelaksanaan tugas kepengawasannya di sekolah;
  2. pembinaan dan peningkatan mutu pengawas sekolah;
  3. peningkatan kinerja pengawas sekolah sesuai dengan profesinya.
  4. Diharapkan hasil dari pengawasan dapat digunakan sebagai bahan pengambilan keputusan kebijakan pendidikan

 

Sasaran :

Yang menjadi sasaran dalam Program Tahunan Pengawas TK / SD  Wilayah Bina II Cilograng pengawas sekolah adalah:

  1. Sekolah
  2. Kepala Sekolah
  3. Komite sekolah
  4. Guru dan staff

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Ruang Lingkup Pengawasan

ASPEK

PENGAWASAN AKADEMIK ( TEKNIS PENDIDIKAN/PEMBELAJARAN) 70%

PENGAWASAN MANAJERIAL (ADMINISTRASI DAN MANAJEMEN SEKOLAH)                                                                     30 %

1

MONITORING

1

proses da hasil belajar siswa

1

penjaminan/standar mutu pendidikan

2

penilaian hasil belajar

2

penerimaan siswa baru

3

ketahanan pembelajaran

3

rapat guru dan staf sekolah

4

standar mutu hasil belajar siswa

4

hubungan sekolah dan masyarakat

5

pengembangan profesi guru

5

pelaksanaan ujian sekolah

6

pengadaan dan pemanfaatan sumber-sumber belajar

6

program-program pengembangan sekolah
   

7

administrasi sekolah
   

8

menejemen sekolah

2

SUPERVISI

1

kinerja guru

1

kinerja sekolah, kepala sekolah dan staf sekolah

2

pelaksanaan kurikulum/mata pelajaran

2

pelaksanaan kurikulum sekolah

3

pelaksanaan pembelajaran

3

manajemen sekolah

4

praktikum/studi lapangan

4

kegiatan antar sekolah binaan

5

kegiatan eksra kurikuler

5

kegiatan in service training bagi kepala sekolah, guru dan staf sekolah lainnya

6

penggunaan media alat bantu dan sumber belajar

6

pelaksanaan kegiatan inovasi sekolah

7

kemajuan belajar siswa

7

penyelenggaraan administrasi sekolah

8

lingkungan belajar    

3

PENILAIAN

1

proses pembelajaran dan bimbingan

1

peningkatan mutu SDM sekolah

2

lingkungan belajar

2

penyelenggaraan inovasi di sekolah

3

sistem penilaian

3

akreditasi sekolah

4

pelaksanaan inovasi pembelajaran

4

pengadaan sumber daya pendidikan

5

kegiatan peningkatan kemampuan profesi guru

5

kemajuan pendidikan

4

PEMBINAAN/PENGEMBANGAN

1

guru dalam pengembanggan media dan alat bantu pembelajaran

1

kepala sekolah dalam mengelola pendidikan

2

memberikan contoh inovasi pembelajaran

2

tim kerja dan staf sekolah dalam meningkatkan kinerja sekolah

3

guru dalam pembelajaran/bimbingan yang efektif

3

komite sekolah dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pendidikan

4

guru dalam meningkatkan kompetensi profesional

4

kepala sekolah dalam melaksanakan inovasi pendidikan

5

guru dalam meningkatkan penilaian proses dan hasil belajar

5

kepala sekolah dalam meningkatkan kemampuan profesionalnya

6

guru dalam melaksanakan penelitian tindakan kelas

6

staf sekolah dalam melaksanakan tugas administrasi sekolah

7

guru dalam meningkatkan kompetensi pribadi,sosial dan pedagogic

7

kepala sekolah dan staf dalam kesejahteraan sekolah

5

PELAPORAN DAN TINDAK LANJUT

1

kinerja guru dalam melaksanakan pembelajaran

1

kinerja sekolah, kinerja sekolah dan staf sekolah

2

kemajuan belajar siswa

2

standar mutu pendidikan dan pencapaiannya

3

pelaksanaan dan hasil inovasi pembelajaran

3

pelaksanaan dan hasil inovasi pendidikan

4

pelaksanaan dan tugas kepengawasan akademik

4

pelaksanaan tugas kepengawasan manajerial dan hasil-hasilnya

5

tindak lanjut hasil pengawasan untuk program pengawasan selanjutnya

5

tindak lanjut dan untuk program pengawasan selanjutnya

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB.II

KERANGKA PIKIR

PEMECAHAN MASALAH

 

  1. KERANGKA BERFIKIR

Pendidikan merupakan faktor utama dalam pembentukkan pribadi manusia. Pendidikan sangat berperan dalam membentuk baik atau buruknya pribadi manusia menurut ukuran normatif. Menyadari akan hal tersebut, pemerintah sangat serius menangani bidang pendidikan, sebab dengan sistem pendidikan yang baik diharapkan muncul generasi penerus bangsa yang berkualitas dan mampu menyesuaikan diri untuk hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Reformasi pendidikan merupakan respon terhadap perkembangan tuntutan global sebagai suatu upaya untuk mengadaptasikan sistem pendidikan yang mampu mengembangkan sumber daya manusia untuk memenuhi tuntutan zaman yang sedang berkembang. Melalui reformasi pendidikan, pendidikan harus berwawasan masa depan yang memberikan jaminan bagi perwujudan hak-hak azasi manusia untuk mengembangkan seluruh potensi dan prestasinya secara optimal guna kesejahteraan hidup di masa depan.

Pendidikan pada dasarnya merupakan suatu usaha pengembangan sumber daya manusia ( SDM ), walaupun usaha pengembangan SDM tidak hanya dilakukan melalui pendidikan khususnya pendidikan formal ( sekolah ). Tetapi sampai detik ini, pendidikan masih dipandang sebagai sarana dan wahana utama untuk pengembangan SDM yang dilakukan dengan sistematis, programatis, dan berjenjang.

Kemajuan pendidikan dapat dilihat dari kemampuan dan kemauan dari masyarakat untuk menangkap proses informatisasi dan kemajuan teknologi. Karena Proses informatisasi yang cepat karena kemajuan teknologi semakin membuat horizon kehidupan didunia semakin meluas dan sekaligus semakin mengerut. Hal ini berarti berbagai masalah kehidupan manusia menjadi masalah global atau setidak-tidaknya tidak dapat dilepaskan dari pengaruh kejadian dibelahan bumi yang lain, baik masalah politik, ekonomi , maupun sosial.

Sejalan dengan hal diatas, Tilaar menyatakan bahwa :

“ Kesetiakawanan sosial umat manusia semakin kental, hal ini berarti kepedulian umat manusia terhadap sesamanya semakin merupakan tugas setiap manusia, pemerintah, dan sistem pendidikan nasional. Selanjutnya dikatakan pula bahwa pendidikan bertugas untuk mengembangkan kesadaran akan tanggung jawab setiap warga Negara terhadap kelanjutan hidupnya, bukan saja terhadap lingkungan masyarakat dan Negara, juga umat manusia.” (H.A.R Tilaar , 2004 : 4)

Berdasarkan pernyataan di atas, bahwa manusia tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan orang lain; setiap manusia akan selalu membutuhkan dan berinteraksi dengan orang lain dalam berbagai segi kehidupan. Kesetiakawanan sosial yang merupakan bagian dari proses pendidikan dan pembelajaran mempunyai peranan yang sangat kuat bagi individu untuk berkomunikasi dan berinteraksi untuk mencapai tujuan hidupnya.

Dalam proses pelaksanaannya di lapangan, kesetiakawanan sosial diwujudkan melalui interaksi antarmanusia, baik individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok.Interaksi antarmanusia dapat terjadi dalam berbagai segi kehidupan di belahan bumi, baik dibidang pendidikan,ekonomi, sosial, politik budaya, dan sebagainya. Interaksi di bidang pendidikan dapat diwujudkan melalui interaksi siswa dengan siswa, siswa dengan guru, siswa dengan masyarakat , guru dengan guru, guru dengan masyarakat disekitar lingkungannya.

Apabila dicermati proses interaksi siswa dapat dibina dan merupakan bagian dari proses pembelajaran, seperti yang dikemukan oleh Corey (1986 ) dalam Syaiful Sagala (2003 : 61 ) dikatakan bahwa :

“ Pembelajaran adalah suatu proses dimana lingkungan seseorang secara sengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku tertentu dalam kondisi- kondisi khusus atau menghasilkan respons terhadap situasi tertentu.”

Selanjutnya Syaiful Sagala , menyatakan bahwa pembelajaran mempunyai dua karakteristik, yaitu :

Pertama, dalam proses pembelajaran melibatkan proses berfikir. Kedua , dalam proses pembelajaran membangun suasana dialogis dan proses Tanya jawab terus menerus yang diarahkan untuk memperbaiki dan meningkatkan kemampuan berfikir siswa , yang pada gilirannya kemampuan berfikir itu dapat membantu siswa untuk memperoleh pengetahuan yang mereka konstruksi sendiri. “ (Syaiful Sagala,2003 : 63 )

Dari uraian diatas, proses pembelajaran yang baik dapat dilakukan oleh siswa baik didalam maupun diluar kelas, dan dengan karakteristik yang dimiliki oleh siswa diharapkan mereka mampu berinteraksi dan bersosialisasi dengan teman- temannya secara baik dan bijak.

Dengan intensitas yang tinggi serta kontinuitas belajar secara berkesinambungan diharapkan proses interaksi sosial sesama teman dapat tercipta dengan baik dan pada gilirannya mereka saling menghargai dan menghormati satu sama lain walaupun dalam perjalanannya mereka saling berbeda pendapat yang pada akhirnya mereka saling menumbuhkan sikap demokratis antar sesama.

Paradigma metodologi pendidikan saat ini disadari atau tidak telah mengalami suatu pergeseran dari behaviourisme ke konstruktivisme yang menuntut guru dilapangan harus mempunyai syarat dan kompetensi untuk dapat melakukan suatu perubahan dalam melaksanakan proses pembelajaran dikelas. Guru dituntut lebih kreatif, inovatif, tidak merasa sebagai teacher center, menempatkan siswa tidak hanya sebagai objek belajar tetapi juga sebagai subjek belajar dan pada akhirnya bermuara pada proses pembelajaran yang menyenangkan, bergembira, dan demokratis yang menghargai setiap pendapat sehingga pada akhirnya substansi pembelajaran benar-benar dihayati.

Dari uraian diatas, tidak dipungkiri bahwa dilapangan masih banyak guru yang masih melakukan cara seperti pendapat diatas, dan diakui bahwa banyak faktor penyebabnya sehingga kita akan melihat akibat yang timbul pada peserta didik diantaranya :

  • Kita akan sering menjumpai siswa belajar hanya untuk memenuhi kewajiban pula,
  • Masuk kelas tanpa persiapan, siswa merasa terkekang, membenci guru karena tidak suka gaya mengajarnya, bolos,
  • Tidak mengerjakan tugas yang diberikan guru, takut berhadapan dengan mata pelajaran tertentu,
  • Merasa tersisihkan karena tidak dihargai pendapatnya,
  • Hak mereka merasa dipenjara , terkekang sehingga berdampak pada hilangnya motivasi belajar,
  • Suasan belajar menjadi monoton, dan
  • Akhirnya kualitas pun menjadi pertanyaan.

Dari permasalahan yang ada , sekolah dalam hal ini kepala sekolah, guru dan stakeloders mempunyai tanggung jawab terhadap peningkatan mutu pembelajaran di sekolah terutama guru sebagai ujung tombak dilapangan (di kelas ) karena bersentuhan langsung dengan siswa dalam proses pembelajaran .

Demikian pula halnya yang terjadi di wilayah bina II ternyata banyak sekali factor yang mempengaruhi kekurangan kekurangan baik dalam pembelajaran maupun dalam manajerial kepala sekolah.

 

 

  1. PEMECAHAN MASALAH

Untuk menciptakan situasi yang diharapkan pada pernyataan diatas seoarang guru harus mempunyai syarat-syarat apa yang diperlukan dalam mengajar dan membangun pembelajaran siswa agar efektif dikelas, saling bekerjasama dalam belajar sehingga tercipta suasana yang menyenangkan dan saling menghargai (demokratis ) , diantaranya :

  1. Guru harus lebih banyak menggunakan metode pada waktu mengajar, variasi metode mengakibatkan penyajian bahan lebih menarik perhatian siswa, mudah diterima siswa, sehingga kelas menjadi hidup, metode pelajaran yang selalu sama( monoton ) akan membosankan siswa.
  2. Menumbuhkan motivasi, hal ini sangat berperan pada kemajuan , perkembangan siswa,. Selanjutnya melalui proses belajar, bila motivasi guru tepat dan mengenai sasaran akan meningkatkan kegiatan belajar, dengan tujuan yang jelas maka siswa akan belajar lebih tekum, giat dan lebih bersemangat.(Slamet ,1987 :92 )

Selanjutnya untuk meningkatkan mutu sekolah harus melibatkan lima faktor yang dominan yaitu :

  1. Kepemimpinan Kepala sekolah; kepala sekolah harus memiliki dan memahami visi kerja secara jelas, mampu dan mau bekerja keras, mempunyai dorongan kerja yang tinggi, tekun dan tabah dalam bekerja, memberikanlayananyang optimal, dan disiplin kerja yang kuat.
  2. Siswa; pendekatan yang harus dilakukan adalah “anak sebagai pusat “ sehingga kompetensi dan kemampuan siswa dapat digali sehingga sekolah dapat menginventarisir kekuatan yang ada pada siswa .
  3. Guru; pelibatan guru secara maksimal , dengan meningkatkan kopmetensi dan profesi kerja guru dalam kegiatan seminar, KKG,kegiatan GUGUS, lokakarya serta pelatihan sehingga hasil dari kegiatan tersebut diterapkan disekolah.
  4. Kurikulum; sdanya kurikulum yang ajeg / tetap tetapi dinamis , dapat memungkinkan dan memudahkan standar mutu yang diharapkan sehingga goals (tujuan ) dapat dicapai secara maksimal;
  5. Jaringan Kerjasama; jaringan kerjasama tidak hanya terbatas pada lingkungan sekolah dan masyarakat semata (orang tua dan masyarakat ) tetapi dengan organisasi lain, seperti perusahaan / instansi sehingga output dari sekolah dapat terserap didalam dunia kerja

Untuk memecahkan masalah berdasarkan analisa diatas maka diperlukan :

  1. Pengawasan kontinyu dan relevan akan mengoptimalkan  fungsi akademik dan manajerial dari guru dan kepala sekolah ,
  2. Komitmen penuh antara satuan pendidikan dengan pengawas sekolah tentang kemajuan dan kekurangan kekurangan manajerial dan akademis akan dibicarakan bersama tanpa saling menyalahkan.
  3. System pengawasan yang digunakan lebih bersifat pendidikan teman sejawat / pendidikan orang dewasa yang memungkinkan untuk pendekatan dari hati ke hati tentang kemajuan pendidikan di satuan pendidikan tersebut.
  4. Dilakukan pelaksanaan pengawasan dengan program sebagaiberikut :

TUGAS

PENGAWASAN AKADEMIK ( TEKNIS PENDIDIKAN/PEMBELAJARAN) 70%

PENGAWASAN MANAJERIAL (ADMINISTRASI DAN MANAJEMEN SEKOLAH) 30 %

1

MONITORING

1

proses da hasil belajar siswa

1

penjaminan/standar mutu pendidikan

2

penilaian hasil belajar

2

penerimaan siswa baru

3

ketahanan pembelajaran

3

rapat guru dan staf sekolah

4

standar mutu hasil belajar siswa

4

hubungan sekolah dan masyarakat

5

pengembangan profesi guru

5

pelaksanaan ujian sekolah

6

pengadaan dan pemanfaatan sumber-sumber belajar

6

program-program pengembangan sekolah
   

7

administrasi sekolah
   

8

menejemen sekolah

2

supervisi

1

kinerja guru

1

kinerja sekolah, kepala sekolah dan staf sekolah

2

pelaksanaan kurikulum/mata pelajaran

2

pelaksanaan kurikulum sekolah

3

pelaksanaan pembelajaran

3

manajemen sekolah

4

praktikum/studi lapangan

4

kegiatan antar sekolah binaan

5

kegiatan eksra kurikuler

5

kegiatan in service training bagi kepala sekolah, guru dan staf sekolah lainnya

6

penggunaan media alat bantu dan sumber belajar

6

pelaksanaan kegiatan inovasi sekolah

7

kemajuan belajar siswa

7

penyelenggaraan administrasi sekolah

8

lingkungan belajar    

3

penilaian

1

proses pembelajaran dan bimbingan

1

peningkatan mutu SDM sekolah

2

lingkungan belajar

2

penyelenggaraan inovasi di sekolah

3

sistem penilaian

3

akreditasi sekolah

4

pelaksanaan inovasi pembelajaran

4

pengadaan sumber daya pendidikan

5

kegiatan peningkatan kemampuan profesi guru

5

kemajuan pendidikan

4

pembinaan/pengembangan

1

guru dalam pengembanggan media dan alat bantu pembelajaran

1

kepala sekolah dalam mengelola pendidikan

2

memberikan contoh inovasi pembelajaran

2

tim kerja dan staf sekolah dalam meningkatkan kinerja sekolah

3

guru dalam pembelajaran/bimbingan yang efektif

3

komite sekolah dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pendidikan

4

guru dalam meningkatkan kompetensi profesional

4

kepala sekolah dalam melaksanakan inovasi pendidikan

5

guru dalam meningkatkan penilaian proses dan hasil belajar

5

kepala sekolah dalam meningkatkan kemampuan profesionalnya

6

guru dalam melaksanakan penelitian tindakan kelas

6

staf sekolah dalam melaksanakan tugas administrasi sekolah

7

guru dalam meningkatkan kompetensi pribadi,sosial dan pedagogik

7

kepala sekolah dan staf dalam kesejahteraan sekolah

5

pelaporan dan tindak lanjut

1

kinerja guru dalam melaksanakan pembelajaran

1

kinerja sekolah, kinerja sekolah dan staf sekolah

2

kemajuan belajar siswa

2

standar mutu pendidikan dan pencapaiannya

3

pelaksanaan dan hasil inovasi pembelajaran

3

pelaksanaan dan hasil inovasi pendidikan

4

pelaksanaan dan tugas kepengawasan akademik

4

pelaksanaan tugas kepengawasan manajerial dan hasil-hasilnya

5

tindak lanjut hasil pengawasan untuk program pengawasan selanjutnya

5

tindak lanjut dan untuk program pengawasan selanjutnya

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB.III

HASIL PENGAWASAN

 

  1. Hasil Pengawasan (Akademik dan Manajerial)

ASPEK

URAIAN                                                                       PENGAWASAN AKADEMIK                                               ( TEKNIS PENDIDIKAN/PEMBELAJARAN) 70%

HASIL PENILAIAN

 

SDN 1 GUNUNGBATU

SDN 1 CILOGRANG

SDN 2 CILOGRANG

SDN 1 PASIRBUNGUR

SDN 3 PASIRBUNGUR

SDN 5 PASIRBUNGUR

SDN 1 CIJENGKOL

SDN 2 CIKAMUNDING

SDN 2 GIRIMUKTI

KET

MONITORING

1

proses dan hasil belajar siswa

2

penilaian hasil belajar

3

ketahanan pembelajaran

4

standar mutu hasil belajar siswa

5

pengembangan profesi guru

6

pengadaan dan pemanfaatan sumber-sumber belajar

   

SUPERVISI

1

kinerja guru

2

pelaksanaan kurikulum/mata pelajaran

3

pelaksanaan pembelajaran

4

praktikum/studi lapangan

5

kegiatan eksra kurikuler

6

penggunaan media alat bantu dan sumber belajar

7

kemajuan belajar siswa

8

lingkungan belajar

PENILAIAN

1

proses pembelajaran dan bimbingan

2

lingkungan belajar

3

sistem penilaian

4

pelaksanaan inovasi pembelajaran

5

kegiatan peningkatan kemampuan profesi guru

PEMBINAAN / PENGEMBANGAN

1

guru dalam pengembangan media dan alat bantu pembelajaran

2

memberikan contoh inovasi pembelajaran

3

guru dalam pembelajaran/bimbingan yang efektif

4

guru dalam meningkatkan kompetensi profesional

5

guru dalam meningkatkan penilaian proses dan hasil belajar

6

guru dalam melaksanakan penelitian tindakan kelas

7

guru dalam meningkatkan kompetensi pribadi,sosial dan pedagogic

 

HASIL

PENGAWASAN MANAJERIAL
(ADMINISTRASI DAN MANAJEMEN SEKOLAH)

 30 %

ASPEK

URAIAN                                                                       PENGAWASAN AKADEMIK                                               ( TEKNIS PENDIDIKAN/PEMBELAJARAN) 70%

HASIL PENILAIAN

 

SDN 1 GUNUNGBATU

SDN 1 CILOGRANG

SDN 2 CILOGRANG

SDN 1 PASIRBUNGUR

SDN 3 PASIRBUNGUR

SDN 5 PASIRBUNGUR

SDN 1 CIJENGKOL

SDN 2 CIKAMUNDING

SDN 2 GIRIMUKTI

KET

MONITORING

1

penjaminan/standar mutu pendidikan

2

penerimaan siswa baru

3

rapat guru dan staf sekolah

4

hubungan sekolah dan masyarakat

5

pelaksanaan ujian sekolah

6

 

program-program pengembangan sekolah

7

 

administrasi sekolah

8

manejemen sekolah

SUPERVISI

1

kinerja sekolah, kepala sekolah dan staf sekolah

2

pelaksanaan kurikulum sekolah

3

manajemen sekolah

4

kegiatan antar sekolah binaan

5

kegiatan in service training bagi kepala sekolah, guru dan staf sekolah lainnya

6

pelaksanaan kegiatan inovasi sekolah

7

penyelenggaraan administrasi sekolah

   

PENILAIAN

1

peningkatan mutu SDM sekolah

2

penyelenggaraan inovasi di sekolah

3

akreditasi sekolah

4

pengadaan sumber daya pendidikan

5

kemajuan pendidikan

PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN

1

kepala sekolah dalam mengelola pendidikan

2

tim kerja dan staf sekolah dalam meningkatkan kinerja sekolah

3

komite sekolah dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pendidikan

4

kepala sekolah dalam melaksanakan inovasi pendidikan

5

kepala sekolah dalam meningkatkan kemampuan profesionalnya

6

staf sekolah dalam melaksanakan tugas administrasi sekolah

7

kepala sekolah dan staf dalam kesejahteraan sekolah

 

 

  1. 2.      Pembahasan Hasil

Dari hasil pengawasan diperoleh hasil sebagaiberikut :

 

a)      kinerja guru dalam melaksanakan pembelajaran

 

  • Dalam pelaksanaa pembelajaran guru guru di wilayah bina II kami menganggap bahwa hal yang dilaksanakannya biasa biasa saja ,
  • Ini mungkin disebabkan oleh kuarngnya pengetahuan dan penataran penataran tentang metode bagi guru yang menyeluruh , ditambah lagi dengan adanya sukarelawan ( sukwan) yang nota bene sebagian besar lulusan SLTA

 

b)     Kemajuan Belajar Siswa

 

  • Kemajuan belajar siswa baru Nampak dari hasil lomba yaitu SDN 1 Cilograng dan SDN 1 Cijengkol sedangkan SD yang lain belum Nampak jadi memerlukan pembinaan yang lebih efektif dan efisien dengan metodologi disesuaikan dengan karakteristik Guru, kepala sekolah dan Sekolah.
  • Namun rata rata tiap tahun sekolah meluluskan seluruh siswanya , jadi secara standar yang ditetapkan oleh sekolah maka bias dikatakan berhasil.

 

c)      Pelaksanaan Dan Hasil Inovasi Pembelajaran

 

  • inovasi pembelajaran masih dirasa sudah ada peningkatan karena  kegiatan KKG dilaksanakan secara berkala

 

d)     Tindak Lanjut Hasil Pengawasan Untuk Program Pengawasan Selanjutnya

 

Rencana tindaklanjut dari pengawasan akademik ini adalah :

 

  • Pelaksanaan kembali rencana rencana program yang belum mencapai hasil baik
  • Mengayomi dan meningkatkan bagi SD yang telah mencapai hasil katagori baik
  • Lebih mengaktifkan KKG untuk peningkatan propesional Guru dan kepala Sekolah melalui KKKS

 

  1. 3.      Diagram Hasil Pengawasan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB.IV

PENUTUP

 

 

 

  1. 1.      Simpulan

Kepemimpinan kepala sekolah dan kreatifitas guru yang professional, inovatif, kreatif, mrupakan salah satu tolok ukur dalam Peningkatan mutu pembelajaran di sekolah ,karena kedua elemen ini merupakan figure yang bersentuhan langsung dengan proses pembelajaran , kedua elemen ini merupakan fugur sentral yang dapat memberikan kepercayaan kepada masyarakat (orang tua ) siswa , kepuasan masyarakat akan terlihat dari output dan outcome yang dilakukan pada setiap periode. Jika pelayanan yang baik kepada masyarakat maka mereka tidak akan secara sadar dan secara otomatis akan membantu segala kebutuhan yang di inginkan oleh pihak sekolah,sehingga dengan demikian maka tidak akan sulit bagi pihak sekolah untuk meningkatkan mutu pembelajaran dan mutu pendidikan di sekolah.

Maka disimpulkan hasil pengawasan sebagaiberikut :

a)      Melihat tugas pokok dan fungsi dari Kepala sekolah dan Guru maka hasil dari kegiatan suvervisi baik akademik maupun manajerial masih sangat jauh dari keinginan yang tersirat ataupun tersirat dalam tujuan pendidikan nasional ,

b)      Manajerial :

  1. Kepala Sekolah Dasar adalah kepala yang sangat super sibuk ini dibandingkan dengan Kepala SMP atau SMA/SMK yang memiliki Wakil Kepala Sekolah , maka di SD hanya kepala Sekolah yang mampu mengatur( memanaje) dengan baik yang dapat melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai kepala sekolah karena ketika kepala SD mengangkat wakil kepala sekolahpun hanya akan mendapat cemooh dari yang lain karena juklak dan juknis tentang wakil kepala SD belum ada.
  2. Demikian halnya dengan Guru : guru Sekolah dasar adalah identik dengan guru Kelas maka mengatur ( memanaje) sangat diperlukan oleh guru SD karena kalau tidak maka akan terjadi pemberian materi yang disukai oleh guru tersebut saja

c)      Akademik

  1. Secara kualitas kalau diadakan perlombaan tingkat kabupaten maka sebenarnya tingkat akademik dari guru SD yang ada di kecamatan Cilograng ,khususnya dari wilayah Bina II, tidak dapat dikatakan ketinggalan karena ini terbukti dengan prestasi yang telah diraih oleh SD yaitu : juara 2 lomba Pidato tingkat provinsi dan lomba lain baik akademis maupun non akademis.
  2. Hanya dengan keinginan dan tanggungjawab yang ikhlas akan cita-cita maka akademis akan lebih ditingkatkan.

 

  1. 2.      Rekomendasi

Rekomendasi yang diinginkan adalah :

a)      Sangat diperlukan peraturan pemerintah tentang pengangkatan wakil kepala sekolah di Sekolah Dasar untuk mengurangi beban manajerial kepala Sekolah.

b)      Perlu diadakan Mutasi untuk penyegaran bagi guru yang sudah mengajar ditempat tersebut lebih dari 15 tahun

c)      Perlu dibuat Sekolah unggulan dengan  guru yang berkualitas diambil dari sekolah sekolah lain , tanpa harus membunuh kebersamaan yang telah ada ( sekolah yang ditinggalkan )